RADAR JEMBER - Era baru yang penuh ambisi tampaknya segera dimulai di Allianz Stadium. Menjelang bergulirnya bursa transfer musim panas 2026, rumor mengenai merapatnya Luciano Spalletti ke kursi kepelatihan Juventus kian berembus kencang.
Tak butuh waktu lama, pelatih genius ini dikabarkan sudah menyodorkan daftar belanja khusus yang berisi tiga target gelandang papan atas demi merombak total wajah lini tengah Bianconeri yang dinilai kurang kreatif dalam beberapa musim terakhir.
Baca Juga: Acerbi Siap Perpisahan dengan Inter Milan, Arab Saudi Jadi Pelabuhan Selanjutnya?
Spalletti dikenal sebagai juru taktik yang sangat menuntut dominasi serta aliran bola yang cepat di lini vital.
Oleh karena itu, manajemen Juventus bergerak cepat untuk mengidentifikasi profil pemain yang dinilai mampu menerjemahkan visi bermain sang pelatih.
Tiga nama gelandang dengan karakteristik berbeda—mulai dari pembaca permainan yang cerdas, gelandang pengangkut air yang bertenaga, hingga motor serangan kreatif—kini masuk dalam radar prioritas operasi senyap Si Nyonya Tua.
Kehadiran tiga rekrutan anyar ini diprediksi tidak hanya akan mengubah kedalaman skuad, tetapi juga merevolusi identitas bermain Juventus secara radikal agar tampil lebih agresif dan menghibur di kompetisi domestik maupun Eropa.
Meskipun pergerakan di lantai transfer masih dirahasiakan rapat-rapat oleh manajemen klub, Luciano Spalletti dalam sebuah kesempatan wawancara mengenai filosofi sepak bolanya sempat membeberkan pandangannya yang sangat saklek mengenai peran krusial sektor gelandang di dalam timnya.
Berikut adalah pernyataan tegas dan kutipan langsung dari Luciano Spalletti mengenai konsep lini tengah yang ideal tanpa ada perubahan sedikit pun:
"Lini tengah adalah jantung dari permainan sebuah tim. Jika Anda bisa mengendalikan lini tengah, Anda memegang kendali atas jalannya pertandingan dan menentukan ritme permainan," tegas Spalletti.
Pelatih berkepala plontos ini juga menambahkan bahwa dirinya selalu menyukai tipe gelandang modern yang dinamis dan memiliki kecerdasan taktis yang tinggi.
"Saya membutuhkan pemain yang tidak hanya pintar saat membawa bola, tetapi juga tahu apa yang harus dilakukan dan ke mana harus bergerak ketika kehilangan bola," lanjut dia.
Editor : M. Ainul Budi