Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Pemain Inter Milan Ungkapkan Tiga Striker Paling Susah Dipegang

M. Ainul Budi • Senin, 18 Mei 2026 | 15:04 WIB
yann bisseck (Photo by Mattia Pistoia - Inter/Inter via Getty Images)
yann bisseck (Photo by Mattia Pistoia - Inter/Inter via Getty Images)

RADAR JEMBER - Bek Inter Milan, Yann Bisseck membahas pengalaman di lapangan, tetapi juga sisi pribadinya yang jarang diketahui publik, termasuk kecintaannya pada pendidikan dan membaca buku.

Dalam wawancara bersama BILD, Bisseck mengungkap tiga penyerang paling sulit yang pernah ia hadapi sepanjang kariernya di level tertinggi Eropa.
Nama pertama yang disebut Bisseck adalah Erling Haaland, striker andalan Manchester City.

Baca Juga: Manajemen Juventus Siap Beri Kesempatan Kedua untuk Douglas Luiz Setelah Kesulitan di Aston Villa

Menurut Bisseck, Haaland adalah tipe penyerang yang sangat efisien dan berbahaya meski tidak selalu banyak terlibat dalam permainan.

Ia menjelaskan bahwa pemain seperti Haaland hanya membutuhkan satu peluang untuk mengubah jalannya pertandingan, sehingga bagi bek, kesalahan kecil bisa sangat fatal.

“Saya pernah bermain melawan Erling Haaland, dan itu tidak mudah. Dia tidak terlalu banyak terlibat dalam permainan, bukan karena dia tidak bisa, tetapi karena memang tidak perlu,” ujarnya.

Di posisi kedua, Bisseck menyebut Harry Kane sebagai lawan yang sangat berbeda dari Haaland.

Baca Juga: Dua Rumor Transfer AS Roma Akhir Pekan Ini, AC Milan Jadi Pesaing Ketat?

Kane, yang kini dikenal sebagai penyerang serba bisa, tidak hanya fokus di kotak penalti, tetapi juga sering turun ke lini tengah untuk membantu membangun serangan.

Hal inilah yang membuatnya sangat sulit diprediksi dan sulit dijaga.

Bisseck mengakui bahwa menghadapi pemain seperti Kane selalu menjadi tantangan besar sekaligus pengalaman berharga.

“Saya juga bermain melawan Harry Kane tahun lalu. Tentu saja, dia tahu cara mencetak gol, tetapi berbeda dengan Haaland, dia selalu terlibat dalam permainan,”

Untuk posisi ketiga, Bisseck tidak memilih striker, melainkan bintang muda top dari Barcelona, yaitu Lamine Yamal.

Ia menyoroti kemampuan Yamal dalam menciptakan bahaya bahkan dalam situasi sulit, termasuk saat dijaga oleh beberapa pemain sekaligus.

Menurut Bisseck, keberanian dan kreativitas Yamal di usia muda menunjukkan potensi luar biasa yang membuatnya sangat dihormati oleh para bek lawan.

Editor : M. Ainul Budi
#Erling Haaland #inter milan #Yann Bisseck #lamine yamal