RADAR JEMBER - Kapten Inter Milan, Lautaro Martínez, belum menunjukkan tanda puas meski telah membawa Nerazzurri meraih gelar Serie A dan Coppa Italia musim ini. Penyerang asal Argentina itu kini memburu pencapaian individu: mempertahankan status sebagai top skor liga sekaligus menorehkan “doblete” pribadi lainnya.
Menurut laporan media Italia, Lautaro tetap lapar akan prestasi meski musim Inter sudah dipenuhi trofi. Mentalitas kompetitif sang kapten disebut menjadi alasan utama mengapa ia terus memburu target baru di penghujung musim.
Baca Juga: Parma Ungkap Proses Kepindahan Chivu ke Inter Milan: Semuanya Transparan
Saat ini Lautaro telah mencetak 17 gol di Serie A hanya dalam 28 penampilan.
Catatan tersebut menempatkannya di puncak daftar pencetak gol terbanyak liga.
Hebatnya lagi, ia sempat absen dalam delapan pertandingan akibat cedera, namun tetap mampu menjaga produktivitas tinggi.
Tak ada pemain Inter lain yang mampu menyamai ketajamannya musim ini. Di bawah Lautaro ada rekan setimnya, Marcus Thuram, dengan 13 gol. Jumlah serupa juga dicatat Donyell Malen bersama AS Roma serta Anastasios Douvikas dari Como 1907.
Baca Juga: Masa Depan Modric Tergantung AC Milan Main di Liga Champions Atau Liga Malam Jumat?
Lebih dari sekadar gelar top skor, Lautaro juga berpeluang menyamai legenda besar Inter, Giuseppe Meazza. Dalam sejarah klub, hanya Meazza yang pernah dua kali memenangkan Scudetto dan gelar capocannoniere pada musim yang sama, yakni pada 1929-30 dan 1937-38.
Jika Lautaro berhasil finis sebagai pencetak gol terbanyak Serie A musim ini, ia akan menyamai pencapaian bersejarah tersebut. Sebelumnya, sang striker sudah pernah mencatat “doblete” serupa pada musim 2023-24.
Bagi Lautaro, pencapaian itu bukan sekadar statistik, tetapi langkah lain menuju status legenda di Giuseppe Meazza. Penyerang kelahiran Bahía Blanca tersebut memang dikenal selalu berhati-hati saat dibandingkan dengan ikon besar Inter, namun performanya musim demi musim terus mendekatkannya ke level elite sejarah klub.
Editor : M. Ainul Budi