RADAR JEMBER - CEO Parma Calcio 1913, Federico Cherubini, akhirnya buka suara mengenai proses kepindahan Cristian Chivu ke Inter Milan musim panas lalu.
Dalam wawancara bersama Calcio e Finanza, Cherubini menegaskan bahwa baik Chivu maupun Inter bersikap sangat terbuka sejak awal pembicaraan. Ia membantah adanya manuver tersembunyi atau ketegangan antara kedua klub selama proses negosiasi berlangsung.
"Baik Chivu maupun Inter sangat jujur dan transparan terhadap kami,” ujar Cherubini.
Parma Sengaja Tidak Aktifkan Opsi Kontrak
Cherubini menjelaskan bahwa secara teknis Chivu sebenarnya berada dalam status bebas transfer pada saat Inter datang mendekatinya. Parma memiliki opsi untuk memperpanjang kontrak sang pelatih, namun klub memilih tidak mengaktifkannya.
Keputusan itu diambil setelah manajemen melakukan evaluasi bersama Chivu mengenai proyek jangka panjang klub.
Menurut Cherubini, Parma tidak ingin mempertahankan ikatan kontrak apabila semangat dan visi yang sama sudah tidak sepenuhnya sejalan menjelang akhir musim.
“Kami memilih duduk bersama untuk memahami apakah semangat yang kami miliki pada Februari masih sama di Mei,” jelasnya.
Kepindahan ke Inter Disebut Terjadi Secara Alami
Tak lama setelah itu, peluang kembali ke Inter muncul bagi Chivu—klub yang memiliki hubungan emosional kuat dengannya sebagai mantan pemain dan pelatih akademi.
Cherubini menilai semua proses berjalan alami tanpa konflik ataupun tekanan dari pihak mana pun.
“Kesempatan dari Inter datang dan semuanya berkembang secara natural,” tambahnya.
Pernyataan tersebut sekaligus menggambarkan hubungan profesional yang tetap baik antara Parma dan Inter, meski Chivu akhirnya memilih kembali ke klub yang membesarkan namanya.
Chivu Bawa Inter ke Era Baru
Keputusan Inter merekrut Chivu kini terbukti sangat tepat. Dalam musim pertamanya sebagai pelatih kepala Nerazzurri, pria asal Rumania itu sukses membawa klub tampil dominan di Italia dan kompetitif di Eropa.
Editor : M. Ainul Budi