NAPOLI, Radar Jember - Kemegahan Stadion Diego Armando Maradona menjadi saksi bisu runtuhnya martabat sang mantan juara. Dalam drama pekan ke-35 Serie A, Napoli seolah sengaja membentangkan karpet merah bagi Inter Milan untuk segera mengunci gelar Scudetto setelah dipaksa bermain imbang tanpa gol oleh tim promosi, Como.
Ini bukan sekadar skor kacamata 0-0 yang membosankan. Ini adalah potret degradasi mentalitas skuad asuhan Napoli yang tampak kehabisan bensin di saat krusial. Alih-alih memberikan tekanan pada sang pemuncak klasemen, Napoli justru tampil tanpa taring di hadapan gempuran disiplin tim asuhan Cesc Fabregas.
Como, sang anak baru yang kembali menggedor pintu elit Eropa, tampil tanpa rasa takut. Mereka tidak hanya datang untuk bertahan; mereka datang untuk mempermalukan. Dengan organisasi permainan yang rapi, Como berhasil meredam setiap percikan kreativitas lini tengah Napoli, membuat tuan rumah frustrasi dan kehilangan arah.
Hasil imbang ini adalah kado pahit bagi publik Naples, namun menjadi musik indah bagi Inter Milan. Secara matematis, Napoli kini menyerahkan nasib liga sepenuhnya ke tangan Nerazzurri.
Di sisi lain, Como kian membuktikan bahwa mereka bukan sekadar pelengkap di Serie A, melainkan ancaman nyata bagi kemapanan klub-klub besar Italia.
Jika Napoli tidak segera berbenah, mereka tidak hanya kehilangan Scudetto, tapi juga kehormatan mereka di panggung tertinggi sepak bola Italia.
Editor : Maulana RJ