RADAR JEMBER - Dalam rumor yang beredar di beberapa media italia, Gianluca Rocchi dikabarkan tidak hanya berdiri sebagai pengawas dari luar, ia diduga ikut memberi arah lewat isyarat tertentu kepada ruang VAR.
Gestur tangan yang diberi makna khusus, satu untuk menahan intervensi (tangan diangkat) , satu lagi untuk memerintahkan intervensi (kepalan tangan).
Jika benar ada semacam kode seperti ini, maka kita sedang bicara tentang sesuatu yang jauh lebih serius daripada hanya miskomunikasi teknis.
Baca Juga: MENOHOK! Legend AC Milan Sebut Pulisic Pemain Paling Buruk?
Karena di titik ini, VAR bukan lagi sistem yang independen. Ia berubah menjadi alat yang bisa diarahkan dari luar, meskipun secara aturan hal itu tidak boleh terjadi. Dan di sini masalah utamanya adalah kepercayaan.
Selama ini kita sering bingung melihat inkonsistensi VAR.
Tapi jika dugaan ini benar, maka jangan-jangan itu bukan inkonsistensi, tapi ada pola yang sengaja atau tidak sengaja diarahkan?
Jika sampai hal seperti ini terbukti, maka yang rusak adalah fondasi kepercayaan terhadap seluruh sistem perwasitan.
Dan jika kepercayaan itu sudah runtuh, tidak peduli seberapa canggih teknologinya, VAR akan tetap dianggap sebagai sumber kecurigaan, bukan keadilan.
Baca Juga: AS Roma Panik? Pemainnya Ini Putus sang Agen Saat Diminati Inter Milan
Sementara itu, Presiden Inter Milan, Beppe Marotta, akhirnya angkat bicara terkait isu panas yang menyeret nama klubnya dalam investigasi wasit Italia. Ia menegaskan bahwa Inter tidak memiliki keterlibatan apa pun dalam dugaan skandal yang melibatkan Gianluca Rocchi.
Pernyataan ini muncul di tengah kekhawatiran publik sepak bola Italia akan potensi skandal baru yang mengingatkan pada kasus besar Calciopoli.
“Kami mengetahui semua ini dari media. Jujur, kami sangat terkejut dengan tuduhan yang beredar,” ujar Marotta.
Investigasi terhadap Rocchi sendiri berkaitan dengan dugaan manipulasi penunjukan wasit, di mana ia dituduh memilih perangkat pertandingan yang menguntungkan Inter pada musim lalu. Namun hingga kini, belum ada kejelasan mengenai pihak yang disebut berkolusi dalam kasus tersebut.
Editor : M. Ainul Budi