RADAR JEMBER - Pierre Kalulu menunjukkan performa gemilang dan kematangan bermain bersama Juventus dalam dua musim terakhir.
Hal ini memicu perdebatan mengenai keputusan AC Milan yang menjualnya dengan harga relatif murah setelah masa pinjaman satu tahun.
Banyak pihak menilai Rossoneri telah melakukan kesalahan fatal, mengingat kontribusi signifikan yang kini ia berikan untuk rival mereka di Turin.
Penyesalan pun mulai menyelimuti publik San Siro melihat sang pemain kembali ke level terbaiknya.
Baca Juga: Gebrakan AC Milan di Bursa Transfer: Target Penting Pemain Ini
Berdasarkan laporan dari Gazzetta dello Sport, penjualan tersebut sebenarnya didasari alasan internal yang logis, terutama terkait riwayat cedera serius sang pemain.
Masalah pada paha, tendon, hingga lutut membuatnya sering absen membela Milan.
Manajemen klub tampaknya enggan mengambil risiko lebih jauh dengan kondisi fisik pemain asal Prancis tersebut yang dianggap rentan, meskipun bakatnya tidak pernah diragukan.
Baca Juga: Soal Sikap Ultras Garis Keras Lazio, Ini Kata Presiden Claudio Lotito
Faktor lain yang menentukan adalah ketidakmampuan Paulo Fonseca memasukkan Kalulu ke dalam skema taktiknya.
Keputusan ini diperkuat dengan kedatangan Strahinja Pavlović sebagai pengganti.
Meski Pavlović dianggap sebagai investasi masa depan yang menjanjikan bagi lini pertahanan, keberhasilan Kalulu di Juventus tetap meninggalkan rasa pahit bagi pendukung Milan yang merasa kehilangan salah satu bek terbaik mereka.
Editor : M. Ainul Budi