RADAR JEMBER - Perdebatan mengenai nilai pasar pemain kembali mencuat setelah jurnalis Italia Sandro Sabatini mempertanyakan perbandingan antara Alessandro Bastoni dan Rafael Leao.
Dalam sebuah diskusi di YouTube bersama Carlo Pellegatti, Sabatini menyoroti anggapan bahwa bek milik Inter Milan tersebut bisa memiliki nilai lebih tinggi dibandingkan penyerang andalan AC Milan.
Baca Juga: Gaji Jay Idzes di Sarie A Terbongkar, Media Italia Ini Bocorkan Angkanya
“Saya ingin mengatakan satu hal: semua punya harga. Mendengar bahwa Leao dihargai lebih rendah dari Bastoni, itu perlu dijelaskan,” ujar Sabatini.
Ia menekankan bahwa secara tradisional, pemain dengan peran ofensif seperti Leão cenderung memiliki nilai pasar lebih tinggi dibandingkan pemain bertahan.
Namun, menurutnya, dinamika sepak bola modern mulai mengubah paradigma tersebut, di mana bek berkualitas tinggi juga kini dihargai sangat mahal.
Sabatini juga menyoroti kesamaan profil keduanya. Bastoni dan Leão sama-sama lahir pada tahun 1999 dan telah menjadi pilar penting bagi klub masing-masing, meski memiliki karakteristik permainan dan tantangan yang berbeda.
Baca Juga: Skenario Berubah di Tubuh AS Roma: Dari Perpisahan Jadi Pemecatan
“Biasanya penyerang lebih mahal dari bek. Tapi sekarang kita melihat investasi besar juga untuk pemain bertahan. Jika kita anggap posisi tidak berpengaruh, maka harus ada penjelasan kenapa Bastoni bisa dinilai lebih tinggi,” tambahnya.
Pernyataan ini kembali memantik diskusi mengenai bagaimana nilai pemain ditentukan di era sepak bola modern—apakah masih didominasi oleh peran di lapangan, atau sudah lebih bergantung pada faktor lain seperti konsistensi, peran taktis, dan kebutuhan tim.
Editor : M. Ainul Budi