Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Konyol! Trump Ingin Coret Iran dari Piala Dunia 2026 untuk Digantikan Italia, FIFA: Azzurri Tidak Berhak!

Maulana RJ • Jumat, 24 April 2026 | 22:48 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Dok. Donald Trump)
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Dok. Donald Trump)

WASHINGTON, Radar Jember - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali menjadi sorotan dunia bukan karena prestasi diplomatik, melainkan karena manuver akal-akalan yang melibatkan ajang sepak bola paling bergengsi sejagat, Piala Dunia 2026. 

Melalui utusannya, Paolo Zampolli, Trump mencoba mendesak FIFA untuk mencoret Iran dari daftar peserta dan menggantikannya dengan Italia.

Upaya ini tak lebih dari sekadar skema cuci muka politik. Pasalnya, hubungan Trump dengan Perdana Menteri Italia, Giorgia Meloni, tengah berada di titik terendah pasca-perseteruan Trump dengan Paus Leo XIV terkait konflik dengan Iran. 

Baca Juga: Akal-akalan Trump Perpanjang Genjatan Sepihak Usai Kalah Diplomasi dari Iran

Trump tampaknya menganggap kursi Piala Dunia sebagai hadiah yang bisa ia obral demi memperbaiki citranya di mata Meloni dan Eropa, seolah-olah turnamen global ini adalah properti pribadi yang bisa diatur sesuka hati.

"Ini adalah impian saya agar Azzurri tampil di turnamen yang digelar di AS," dalih Zampolli, dengan nada yang terdengar seperti upaya mencari pembenaran atas kekacauan diplomatik yang diciptakan bosnya.

Namun, logika Trump ini mentah. Italia sendiri sudah tersingkir secara ksatria melalui jalur kualifikasi, sementara Iran lolos dengan kerja keras. 

Mengganti negara yang berhak tampil dengan negara yang gagal lolos hanya demi alasan politis merupakan penghinaan terhadap sportivitas dan integritas FIFA.

Baca Juga: Diplomasi Akses Selat Hormuz Alot! Iran Dikabarkan Sempat Baper Kapalnya Pernah Dilelang Indonesia Rp1,17 Triliun

Presiden FIFA, Gianni Infantino, secara tegas menutup pintu bagi keinginan konyol tersebut. Dalam sebuah forum di Washington, Infantino memastikan bahwa Iran tetap menjadi bagian dari turnamen. "Tim Iran pasti akan datang," tegas Infantino.

Pernyataan petinggi FIFA itu sontak menjadi sebuah tamparan halus bagi Trump yang mencoba mencampuradukkan politik luar negeri yang gagal dengan regulasi sepak bola internasional.

Manuver ini pun menuai cibiran. Iran, melalui Juru Bicara Pemerintah Fatemeh Mohejarani pada Rabu (22/4/2026), menegaskan bahwa mereka telah menyiapkan segala kebutuhan untuk bertanding, membuktikan bahwa mereka tidak akan goyah hanya karena intimidasi politis dari Gedung Putih.

Trump mungkin terbiasa menekan lawan dengan sanksi, namun kali ini ia berhadapan dengan tembok tebal bernama regulasi FIFA. Piala Dunia bukan panggung drama politik pribadinya, dan dunia kini melihat betapa desperado-nya sang presiden dalam upayanya memperbaiki hubungan diplomatik yang berantakan.

Editor : Maulana RJ
#IRAN #FIFA #piala dunia 2026 #italia #donald trump