RADAR JEMBER - Pernyataan pelatih Lazio, Maurizio Sarri, usai mendapatkan sambutan hangat di Stadion Franchi memunculkan kekhawatiran di kubu Lazio.
Sarri mengaku terharu dengan dukungan yang ia terima dari para pendukung Fiorentina, terutama saat dirinya sempat tidak aktif melatih selama setahun.
“Penyambutan di Franchi sangat emosional. Dalam tahun ketika saya berhenti, justru para suporter di sini yang paling dekat dengan saya. Mungkin karena saya tumbuh di sekitar Piazza Alberti,” ujar Sarri.
Baca Juga: Adu Lobi-lobian: Richard Rios dan Ederson Dalam Target Transfer Inter Milan
Kedekatan emosional antara Sarri dan publik Firenze memang bukan hal baru. Bahkan, pada akhir musim lalu, sempat muncul poster di kota yang mendesak manajemen Fiorentina untuk merekrutnya sebagai pelatih.
Namun, klub akhirnya menunjuk Stefano Pioli, sementara Sarri kembali melatih Lazio.
Situasi internal Lazio yang dinilai kurang kondusif membuat spekulasi kepindahan Sarri kembali mencuat.
Beberapa pihak di Firenze berharap Sarri bisa kembali ke kota asalnya jika memutuskan meninggalkan ibu kota.
Meski demikian, peluang tersebut dinilai kecil. Laporan La Gazzetta dello Sport menyebut bahwa direktur olahraga Fiorentina, Fabio Paratici, lebih tertarik mendatangkan pelatih muda dengan pendekatan baru.
Baca Juga: Dybala Masih Punya Hasrat Bertahan di AS Roma
Selain itu, hubungan yang kurang harmonis antara Paratici dan Sarri juga menjadi faktor penghambat.
Sarri sendiri mengakui adanya ketegangan dalam hubungan tersebut. “Belakangan ini hubungan kami memang lebih tegang,” katanya, meski ia tetap mengapresiasi pernyataan positif Paratici tentang dirinya.
Untuk saat ini, masa depan Sarri masih belum pasti. Ia disebut akan lebih dulu menentukan kelanjutan kariernya bersama Lazio sebelum mempertimbangkan tawaran lain, yang belum tentu datang dari Fiorentina.
Editor : M. Ainul Budi