Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Misi 1.000 Gol atau Trofi Emas? Roberto Martinez Ungkap Fokus Utama Ronaldo di 2026

Maulana RJ • Minggu, 12 April 2026 | 12:03 WIB
Cristiano Ronaldo saat melakoni laga bersama Timnas Portugal. (Dok. Cristiano)
Cristiano Ronaldo saat melakoni laga bersama Timnas Portugal. (Dok. Cristiano)

Lisbon, Radar Jember - Sorotan dunia sepak bola kini tertuju pada satu nama yang tak pernah pudar: Cristiano Ronaldo. Menjelang perhelatan Piala Dunia 2026, Portugal bukan lagi sekadar tim 'kuda hitam' yang mengandalkan keberuntungan.

Berada di Grup K yang disebut-sebut sebagai 'jalan tol' menuju babak gugur, mampukah sang kapten legendaris menutup kariernya dengan trofi yang paling ia idamkan? 

Baca Juga: Kutukan Zidane Terbukti? Tragedi Hat-trick Absen Gli Azzurri di Piala Dunia 2026

Sejarah sepak bola Portugal terbagi menjadi dua fragmen besar: Sebelum dan Sesudah Cristiano Ronaldo. Sebelum debut sang mega bintang, Selecao das Quinas hanyalah tim yang kesulitan menembus panggung dunia. 

Portugal tercatat hanya 3 kali lolos ke putaran final Piala Dunia dan 3 kali Piala Eropa tanpa satu pun trofi mayor di lemari mereka.

Sejak CR7 mengenakan ban kapten, Portugal bertransformasi menjadi kekuatan menakutkan. Hingga April 2026, Ronaldo telah mencatatkan lebih dari 220 penampilan dengan torehan 138 gol lebih. Puncaknya adalah gelar Euro 2016 dan UEFA Nations League 2019.

Kini, di usia 41 tahun, Ronaldo bersiap menjalani "The Last Dance". Dalam sebuah forum di Arab Saudi (11/11/2025), Ronaldo secara emosional menyatakan rencananya itu.

"Saya akan berusia 41 tahun, dan saya pikir itu akan menjadi momen di kompetisi besar ini (Piala Dunia 2026). Saya sudah memberikan segalanya," katanya.

Baca Juga: Francesco Totti Bongkar Borok Gli Azzurri Hattrick Absen Piala Dunia: Italia Butuh Pejuang Bukan Bintang Instagram

Hasil drawing menempatkan Portugal di Grup K bersama Republik Demokratik Kongo, Uzbekistan, dan Kolombia. Secara matematis dan di atas kertas, banyak analis menyebut ini adalah "Jalan Tol" bagi Portugal untuk melenggang mulus ke Babak 32 Besar.

Portugal vs RD Kongo (18 Juni 2026, NRG Stadium), akan menjadi laga pembuka yang diprediksi akan didominasi Portugal. Portugal vs Uzbekistan (24 Juni 2026, NRG Stadium), akan menjadi ujian konsistensi melawan wakil Asia yang sedang naik daun.

Portugal vs Kolombia (28 Juni 2026, Hard Rock Stadium) akan jadi laga penentu juara grup melawan kekuatan Amerika Selatan.

Pelatih Roberto Martinez menegaskan fokus timnya bukan pada rekor pribadi Ronaldo. "Cristiano tidak terobsesi dengan 1.000 gol. Fokusnya adalah membawa Portugal berjaya di Piala Dunia 2026," tegas Martinez dalam keterangannya di Lisbon (23/03/2026).

Baca Juga: The Last Dance CR7: Cristiano Ronaldo Siap Guncang Piala Dunia 2026, Akhir dari Debat GOAT?

Bagi publik Portugal dan fans sepak bola dunia, Piala Dunia 2026 adalah misi tunggal: Memberikan trofi emas kepada sang kapten sebelum ia gantung sepatu. 

Meski Superkomputer Opta per April 2026 masih menempatkan Spanyol dan Argentina sebagai favorit utama, gelombang dukungan untuk Portugal sebagai calon juara semakin tak terbendung.

Dengan skuad bertabur bintang seperti Bernardo Silva, Bruno Fernandes, hingga Rafael Leao, peran Ronaldo sebagai pemimpin di ruang ganti akan menjadi kunci utama. 

Jika Portugal berhasil mengangkat trofi di Amerika Utara nanti, maka perdebatan siapa pemain terbaik sepanjang masa (GOAT) akan resmi berakhir di kaki sang pemilik nomor punggung 7 tersebut.

Editor : Maulana RJ
#FIFA #piala dunia 2026 #cristiano ronaldo #portugal