RADAR JEMBER - Mantan striker Italia, Paolo Di Canio, melontarkan pandangan tajam soal sejumlah pemain top dalam wawancara bersama Corriere della Sera.
Kini berperan sebagai komentator, ia menyoroti potensi transfer, performa pemain Italia di luar negeri, hingga perbandingan yang dianggapnya berlebihan.
Di Canio secara khusus menyebut Sandro Tonali sebagai sosok yang ideal untuk memperkuat Inter Milan.
Baca Juga: Masa Depan Maldini di Lazio Tergantung Pertandingan Ini
Menurutnya, Tonali adalah salah satu gelandang terbaik Italia saat ini, namun posisinya kurang optimal di klub Inggris tempat ia bermain.
“Saya membayangkan Tonali di Inter, yang sudah memiliki playmaker sejati,” ujarnya.
Ia juga mengkritik situasi pemain Italia di luar negeri, termasuk Federico Chiesa, yang dinilainya akan mendapat apresiasi lebih jika kembali ke Serie A.
Di Canio bahkan membandingkan kualitas liga: “Liga Primer seperti NBA, sementara kita seperti basket Italia,” sindirnya.
Namun komentar paling tajam diarahkan pada perbandingan antara Lautaro Martínez dan Harry Kane. Ia menilai narasi yang menyamakan keduanya terlalu berlebihan.
Baca Juga: AC Milan Benar-benar Krisis Lini Depan, Allegri Nyerah?
“Lautaro mencetak gol melawan Pisa dan Lecce, lalu saya dengar dia seperti Kane dengan 49 gol di semua kompetisi. Tapi bagaimana mungkin itu terjadi?” katanya retoris.
Pernyataan ini mencerminkan kritik Di Canio terhadap cara media dan publik membangun ekspektasi, terutama saat membandingkan pemain berdasarkan statistik tanpa konteks kekuatan liga atau lawan.
Komentar Di Canio pun kembali memicu diskusi soal kualitas Serie A, daya saing pemain Italia di luar negeri, serta standar dalam menilai performa striker top Eropa.
Editor : M. Ainul Budi