LISBON, Radar Jember - Dunia sepak bola kini tertuju pada Timnas Portugal. Menjelang perhelatan akbar Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, skuad asuhan Roberto Martinez ini tidak lagi dipandang sebelah mata.
Jika dulu Portugal dikenal sebagai timbspesialis kuda hitam yang kerap merepotkan tim besar, kini mereka melangkah sebagai salah satu favorit utama peraih trofi emas.
Sulit membantah bahwa wajah sepak bola Portugal berubah total sejak kemunculan Cristiano Ronaldo.
Baca Juga: The Last Dance CR7: Cristiano Ronaldo Siap Guncang Piala Dunia 2026, Akhir dari Debat GOAT?
Berdasarkan data sejarah FIFA yang dikutip per April 2026, perbandingan antara era pra-Ronaldo dan era Ronaldo sangatlah kontras:
Sebelum Era Ronaldo (1921–2002), Portugal hanya mampu lolos 3 kali ke putaran final Piala Dunia dan 3 kali ke Euro dalam kurun waktu 80 tahun, tanpa raihan trofi mayor satu pun.
Dan di era Cristiano Ronaldo (2003–Sekarang), Portugal mencatatkan rekor 100 persen kelolosan di setiap turnamen besar (6 kali Piala Dunia dan 6 kali Euro).
Puncaknya, Ronaldo sukses mempersembahkan trofi Euro 2016 dan UEFA Nations League 2019. Hingga kualifikasi terakhir (Maret 2026), Ronaldo masih memegang rekor sebagai pemain dengan caps dan gol internasional terbanyak di dunia (226 penampilan dan 143 gol).
Baca Juga: Kutukan Zidane Terbukti? Tragedi Hat-trick Absen Gli Azzurri di Piala Dunia 2026
Hasil undian menempatkan Portugal di Grup K bersama Kolombia, Uzbekistan, dan RD Kongo. Banyak pengamat menyebut ini adalah jalan mulus bagi Selecao das Quinas.
Berikut adalah analisis peluang dan riwayat pertemuan terakhir:
RD Kongo berstatus sebagai penantang, dalam pertemuan akhir sempat melakoni laga uji coba dengan skor akhir 0-0.
Dengan Uzbekistan, berstatus sebagai Tim Kejutan, keduanya belum pernah bertemu di laga kompetitif resmi. Sementara dengan Kolombia, dipastikan menjadi rival terberat, laga persahabatan terakhir sebelumnya tercatat Kolombia sukses menahan imbang Portugal dengan skor 0-0.
Portugal dijadwalkan akan membuka laga melawan RD Kongo pada 18 Juni 2026. Di atas kertas, kedalaman skuad yang diisi nama-nama seperti Bruno Fernandes dan Joao Neves diprediksi akan membuat Portugal melenggang tanpa hambatan berarti ke babak 32 besar.
Piala Dunia 2026 dipastikan akan menjadi panggung terakhir bagi Cristiano Ronaldo. Di usianya yang menginjak 41 tahun, perannya sebagai pemegang ban kapten tetap tak tergantikan.
Bukan sekadar pencetak gol, Ronaldo adalah mentor bagi generasi emas Portugal.
"Saya merasa tajam dan masih menikmati setiap menit membela negara saya. Piala Dunia 2026 akan menjadi penutup perjalanan saya, dan target kami hanya satu: membawa pulang trofi yang belum pernah kami miliki," kata Ronaldo dalam wawancara media di Al-Nassr, April 2026.
Dukungan publik global pun mengalir deras. Portugal kini dijagokan oleh banyak analis untuk memenangkan Piala Dunia pertama mereka.
Dengan status juara grup yang hampir pasti dalam jangkauan, jalan menuju final bagi Ronaldo dkk kini tampak lebih terbuka lebar dibanding edisi-edisi sebelumnya.
Editor : Maulana RJ