RADAR JEMBER - Pelatih Hansi Flick telah setuju untuk membiarkan Raphinha tetap di Brasil untuk memulihkan mentalnya dari cedera, sementara juga mempertimbangkan Gavi sebagai opsi untuk posisi sayap kiri.
Barcelona mengalami kemunduran signifikan ketika Raphinha mengalami cedera saat membela tim nasional dan harus absen selama kurang lebih lima minggu. Namun, alih-alih mengharuskan pemain tersebut segera kembali ke klub untuk pemeriksaan, pelatih Hansi Flick menyetujui keputusan yang tidak biasa: mengizinkan Raphinha untuk tinggal di Brasil selama beberapa hari.
Baca Juga: Kembalinya Duet Maut Inter Milan Lautaro dan Thuram Bikin AS Roma Ampun-ampun
Pakar strategi asal Jerman itu tidak menghindar dari masalah tersebut. "Cedera adalah bagian dari sepak bola dan kehidupan, kita harus menerimanya," katanya.
Absennya Raphinha tentu merupakan kerugian besar bagi Barcelona, tetapi Flick tampaknya tidak mengkhawatirkannya.
Flick mengatakan bahwa ia berbicara langsung dengan Direktur Olahraga Deco sebelum mengambil keputusan tersebut.
Oleh karena itu, Barcelona memprioritaskan aspek psikologis, memungkinkan Raphinha untuk bersama keluarganya guna menstabilkan kondisi mentalnya setelah guncangan akibat cedera tersebut.
Baca Juga: Marc Klok Ungkap Kabar Positif Soal Dirinya, Persib Bandung Makin Termotivasi
"Kami berbicara melalui video dan sepakat bahwa dia harus beristirahat di Brasil. Terkadang Anda harus membuat keputusan yang berbeda," jelas Flick.
Dengan absennya salah satu pemimpin lini serang, masalah personel di sayap kiri menjadi prioritas.
Marcus Rashford dianggap sebagai pilihan utama. Flick menyatakan bahwa ia senang dengan striker tersebut, meskipun belakangan ini ia mengalami masalah kebugaran.
"Ini adalah kesempatan besar baginya," tegas pelatih asal Jerman itu.
Selain itu, Fermin Lopez dan Dani Olmo juga masuk dalam daftar pertimbangan. Namun, nama yang paling menonjol adalah Gavi. Gelandang yang berasal dari La Masia ini bermain efektif sebagai "sayap kiri palsu" di bawah asuhan Xavi Hernandez.
Dibandingkan dengan Raphinha, Gavi tidak sekuat Raphinha dalam hal kecepatan di belakang pertahanan, tetapi ia lebih berkontribusi pada permainan kolektif tim.
Editor : M. Ainul Budi