Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Sejarah Panjang Transfer Mengejutkan Seedorf dari Inter Milan ke AC Milan

M. Ainul Budi • Jumat, 3 April 2026 | 18:10 WIB
Clarence Seedorf
Clarence Seedorf

RADAR JEMBER - Transfer Clarence Seedorf dari Inter Milan ke AC Milan pada tahun 2002 adalah salah satu "bisnis" paling timpang dan disesali dalam sejarah Derby della Madonnina.

Inter melepas salah satu gelandang terbaik dunia hanya untuk seorang bek sayap yang kariernya meredup.

​Berikut adalah beberapa fun facts menarik di balik transfer legendaris sang "Profesor":

Baca Juga: Update Bursa Transfer! Revolusi Inter Milan Dimulai dari Pemain Muda, Era Baru Setelah Pio Esposito

​1. Pertukaran yang "Aneh" (Swap Deal)

​Seedorf pindah ke AC Milan bukan melalui tebusan uang tunai yang besar, melainkan melalui skema pertukaran pemain (swap deal).

Inter Milan menukar Seedorf dengan bek sayap AC Milan, Francesco Coco. 

Saat itu, Inter merasa butuh bek kiri baru, sementara Milan melihat potensi besar Seedorf yang disia-siakan Inter.

​2. Penyesalan Terbesar Massimo Moratti

​Presiden Inter saat itu, Massimo Moratti, kemudian mengakui bahwa melepas Seedorf ke rival sekota adalah salah satu kesalahan transfer terbesar sepanjang masa kepemimpinannya.

Francesco Coco gagal total di Inter karena sering cedera dan masalah di luar lapangan, sementara Seedorf justru menjadi legenda hidup di Milan.

​3. Langsung Juara Liga Champions

Baca Juga: Rumor Panas Persebaya: Lirik Tipis-tipis Eks Penggawa Juventus Ini

​Hanya setahun setelah menyeberang ke AC Milan, Seedorf langsung membawa Rossoneri menjuarai Liga Champions 2003. Ironisnya, di babak semifinal, Milan menyingkirkan Inter Milan.

 Seedorf membuktikan kepada mantan klubnya bahwa mereka telah melakukan kesalahan fatal dengan melepasnya.

​4. Rekor Unik yang Tak Terpatahkan

​Berkat kepindahannya ke Milan, Seedorf mengukuhkan rekor sebagai satu-satunya pemain yang memenangkan Liga Champions dengan tiga klub berbeda: Ajax (1995), Real Madrid (1998), dan AC Milan (2003 & 2007).

Baca Juga: Tonali Masih Bermimpi kembali ke AC Milan?

Jika ia tetap di Inter yang saat itu sedang paceklik gelar Eropa, rekor bersejarah ini mungkin tidak akan pernah tercipta.

​5. Transformasi Menjadi "Sang Profesor"

​Di Inter, Seedorf sering dipasang di posisi yang tidak menentu. Namun, di bawah asuhan Carlo Ancelotti di Milan, ia menemukan peran idealnya di lini tengah bersama Pirlo dan Gattuso.

Kecerdasan taktisnya di lapangan membuatnya dijuluki "Il Professore" (Sang Profesor) oleh para pendukung Milan.

​Momen Ikonik: Seedorf sering mencetak gol-gol krusial dalam pertandingan Derby della Madonnina melawan Inter. Salah satu yang paling diingat adalah tendangan jarak jauhnya yang spektakuler dalam kemenangan comeback Milan 3-2 atas Inter pada tahun 2004.

Editor : M. Ainul Budi
#Clarence Seedorf #inter milan #ac milan #Liga Champions