RADAR JEMBER - Memasuki pekan-pekan krusial Serie A musim 2025/2026, AC Milan berada dalam posisi yang dilematis.
Kemenangan tipis 3-2 atas Torino pada 22 Maret 2026 lalu memang berhasil mengembalikan Rossoneri ke posisi kedua klasemen, namun jalan menuju takhta juara masih terjal dan penuh rintangan statistik.
Berikut adalah analisis mendalam mengenai peluang skuad asuhan Massimiliano Allegri untuk merengkuh trofi kasta tertinggi Italia musim ini.
Baca Juga: Inter Milan Siapkan Tawaran Fantastis untuk Gaet Nico Williams, Ini Syaratnya
1. Situasi Klasemen dan Margin Kesalahan
Hingga akhir Maret 2026, AC Milan mengoleksi 63 poin dari 30 pertandingan. Mereka tertinggal 6 angka dari sang pemuncak klasemen, Inter Milan (69 poin), yang tampil sangat dominan musim ini.
Dengan sisa 8 pertandingan (24 poin maksimal), secara matematis peluang Milan masih terbuka lebar.
Namun, masalah utamanya bukan hanya pada poin yang harus diraih, melainkan ketergantungan pada "kebaikan hati" Inter Milan untuk terpeleset di sisa musim.
2. Statistik dan Prediksi Superkomputer
Berdasarkan data terbaru dari Opta Predictor, peluang Milan untuk mengudeta Inter hanya berada di angka 6,16%. Angka ini sangat kontras dengan Inter Milan yang memiliki probabilitas juara mencapai 89,48%.
Baca Juga: Inter Milan Ikut Perburuan Casemiro dengan Status Bebas Transfer
Konsistensi menjadi pembeda utama; Milan musim ini beberapa kali kehilangan poin krusial melawan tim papan tengah, seperti kekalahan mengejutkan dari Lazio di pertengahan Maret.
3. Faktor Skuad: Antara Senioritas dan Darah Muda
Di bawah Allegri, Milan musim ini tampil lebih pragmatis. Beberapa faktor kunci dalam skuad mereka meliputi:
Lini Tengah yang Solid: Kehadiran Luka Modric (40 tahun) memberikan ketenangan luar biasa, didukung oleh dinamisme Samuele Ricci dan Adrien Rabiot.
Ketajaman Rafael Leao: Pemain sayap asal Portugal ini tetap menjadi tumpuan utama dengan torehan 9 gol sejauh ini.
Pertahanan Kokoh: Strahinja Pavlovic menjadi bintang baru di lini belakang, bahkan kerap mencetak gol krusial melalui situasi bola mati.
Editor : M. Ainul Budi