RADAR JEMBER - Legenda Inter Milan, Giuseppe Bergomi membagikan pandangan menarik terkait strategi permainan Nerazzurri dan dampaknya terhadap aktivitas transfer klub.
Dalam wawancaranya bersama Sky Sport, Bergomi mengungkap bahwa sistem taktik yang digunakan Inter justru menjadi hambatan saat mencari pemain di luar Italia.
Pernyataan ini membuka perspektif baru tentang bagaimana filosofi permainan bisa memengaruhi kebijakan transfer sebuah klub, terutama di level Eropa.
Baca Juga: WADUH! Gazzetta Ungkap Skenario Mengejutkan: Bastoni Bisa Tinggalkan Inter Milan
Sukses Inter di Liga Champions Bukan karena Skuad Terkuat
Menurut Bergomi, keberhasilan Inter mencapai Dua final Liga Champions di era pelatih Simone Inzaghi bukan semata karena memiliki skuad terbaik di Eropa.
Sebaliknya, kesuksesan tersebut tercipta karena penggunaan formasi 3-5-2 oleh Inter.
Menurut Bergomi, hampir tidak ada klub di luar Italia yang secara konsisten menggunakan formasi tersebut. Hal ini menciptakan kesenjangan taktik yang cukup signifikan.
“Di Italia, Inter dengan formasi 3-5-2 menjadi acuan, tetapi di Eropa tidak ada yang bermain dengan sistem tersebut,” ujar Bergomi.
Baca Juga: Pistocchi: Kontak Scalvini - Frattesi Seharusnya Penalti untuk Inter Milan, VAR Jadi Sorotan
Kesulitan Scout Inter di Pasar Internasional
Bergomi mengungkap fakta menarik: para pemandu bakat Inter mengalami kesulitan saat mencari pemain di luar negeri.
Masalah utamanya bukan pada kualitas pemain, melainkan kecocokan dengan sistem permainan 3-5-2.
Pemain yang terbiasa bermain dalam formasi lain sering kali membutuhkan adaptasi lebih lama, bahkan tidak jarang gagal memenuhi ekspektasi.
Inilah yang membuat proses scouting menjadi lebih kompleks dibandingkan klub lain yang menggunakan sistem permainan yang lebih umum di Eropa.
Editor : M. Ainul Budi