Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Begini Komentar Pelatih Lazio Maurizio Sarri Usai Dapat Kartu Merah dan Kalahkan AC Milan

M. Ainul Budi • Senin, 16 Maret 2026 | 12:17 WIB
Pelatih Lazio Maurizio Sarri
Pelatih Lazio Maurizio Sarri

RADAR JEMBER - Pelatih Maurizio Sarri memberikan komentar panjang dalam konferensi pers setelah pertandingan antara Lazio melawan AC Milan. Dalam kesempatan tersebut, Sarri membahas perubahan karakter timnya, atmosfer stadion, hingga beberapa keputusan taktis yang diambil selama pertandingan.

Menurut Sarri, ada peningkatan karakter dalam tim meski ia tidak bisa  menjelaskan secara pasti penyebabnya.

“Saya tidak tahu. Dari segi intensitas latihan, tim selalu berada pada level yang baik. Namun belakangan ini saya merasa secara karakter ada sesuatu yang lebih. Kami tidak terlalu memikirkan pertandingan malam ini, suasana di Olimpico sangat luar biasa. Bagi saya akan terasa sama bahkan tanpa hasil ini, meski tentu saja hasilnya menyenangkan. Di tribun saya melihat sesuatu yang patut dikenang, sesuatu yang indah. Saya juga sempat berpikir berapa banyak poin tambahan yang mungkin kami dapatkan jika Olimpico selalu penuh. Tapi tetap saja ini sangat indah,” ujar Sarri.

Baca Juga: Kiper Muda Lazio Bangga Bisa Bungkam AC Milan di Olimpico

Ia juga menilai pertandingan ini sangat berkesan secara emosional.

“Ini pertandingan yang spesial. Saya tidak akan mengingatnya karena hasilnya, tetapi karena sensasi yang diberikan oleh stadion. Dari sisi emosional, ini termasuk salah satu yang paling kuat.”

Sarri kemudian menjelaskan keputusan memainkan Daniel Maldini sebagai penyerang tengah serta situasi pemain lain seperti Petar Ratkov.

“Untuk Ratkov sama seperti pemain lain: saya menilai mereka dalam latihan lalu memutuskan. Saat ini Maldini memberi saya jaminan lebih dan dia bermain bagus. Jika dalam sebulan situasinya berubah, saya akan membuat pilihan lain.”
Sarri juga menjelaskan eksperimennya menempatkan Patric Gabarrón sebagai regista atau pengatur permainan dari belakang.

“Saya sudah mencoba dia di posisi itu beberapa tahun lalu. Menurut saya dia bisa menjalankannya dengan baik. Dia pernah melakukannya sekitar dua belas atau tiga belas tahun lalu hanya dalam beberapa pertandingan, lalu baru sekarang lagi. Dia harus melalui proses, tetapi dia punya pemahaman tentang posisi tersebut.”
Menanggapi pernyataan pelatih Massimiliano Allegri yang menyebut Lazio sebagai tim yang mengandalkan serangan balik, Sarri menilai karakter timnya memang lebih cocok untuk permainan cepat.

Baca Juga: Kiper Muda Lazio Bangga Bisa Bungkam AC Milan di Olimpico

“Kami lebih merupakan tim yang punya kemampuan melakukan ‘strappo’ atau akselerasi daripada tim yang hanya mengandalkan penguasaan bola. Karakter pemain memang bisa mengarah ke sana. Di babak kedua saya bahkan menarik keluar seorang pemain karena dia terlalu sering melakukan akselerasi, dan risikonya tim menjadi terlalu terbuka. Saat itu saya ingin lebih banyak penguasaan bola; tanggung jawab kami malam ini adalah menutup babak pertama dengan keunggulan 1-0.”

Sarri menilai timnya mulai berkembang dalam hal penguasaan bola, meski beberapa pemain masih sering mengambil inisiatif individu.

“Tim ini juga berkembang dalam hal penguasaan bola. Dalam beberapa momen kami mampu melakukannya dengan kualitas yang cukup baik. Namun ada pemain yang secara naluri langsung melakukan aksi individu. Saya melihat itu juga di latihan. Soal apakah ini akan menjadi fondasi masa depan, itu tergantung pada seberapa banyak kualitas yang bisa kami tambahkan.”

Sarri juga memberikan penilaian terhadap performa João Motta.

“Dia bermain cukup baik. Dalam distribusi bola ada dua atau tiga kesalahan. Dia pemain muda yang memiliki kemampuan dan masih harus berkembang. Kami berharap proses perkembangannya tidak merugikan tim, dan sejauh ini itu tidak terjadi.”

Sarri turut menjelaskan insiden yang membuatnya mendapat kartu merah dari wasit Marco Guida.

“Guida memberikan enam menit tambahan waktu, lalu menambah dua menit lagi. Saya berkata kepadanya: ‘Dari mana kamu mengambil dua menit tambahan itu?’ (tertawa). Jika saya menjadi wasit mungkin saya akan mengabaikannya. Saya memang menggunakan ekspresi yang kuat, tetapi saya tidak menghina siapa pun.”
Terakhir, Sarri kembali bercanda mengenai rencana bermain di Stadio Flaminio yang ia harapkan suatu saat dinamai untuk menghormati Tommaso Maestrelli.

Editor : M. Ainul Budi
#lazio #ac milan #maurizio sarri