RADAR JEMBER - Jelang laga panas Lazio vs AC Milan, kini rumor datang dari kursi pelatih Lazio.
Masa depan pelatih Maurizio Sarri menjadi salah satu topik paling hangat di lingkungan Lazio dalam beberapa pekan terakhir.
Klub asal Roma tersebut disebut akan segera menentukan arah terkait posisi pelatih: melanjutkan kerja sama dengan Sarri atau berpisah di akhir musim.
Baca Juga: Furlani Diujung Pintu AC Milan? Manajemen Mulai Goyang Lagi
Di tengah situasi yang belum pasti, berbagai rumor terus bermunculan di ibu kota Italia. Direktur olahraga Lazio, Angelo Fabiani, masih menegaskan bahwa Sarri memiliki kontrak dua tahun lagi bersama klub. Namun, sejumlah spekulasi mengenai kemungkinan pergantian pelatih mulai mencuat.
Sebelumnya, beberapa nama sempat dikaitkan dengan kursi pelatih Lazio, seperti Fabio Grosso dan Alberto Gilardino. Kini, muncul nama baru yakni Thiago Motta.
Mantan gelandang tim nasional Italia itu disebut sebagai salah satu opsi yang dipertimbangkan klub apabila Sarri memutuskan hengkang atau manajemen memilih untuk memecatnya.
Isu tersebut disampaikan oleh jurnalis Alessandro Zappulla dalam program Morning Lazio di Radio Laziale. Ia menyebut bahwa Lazio kemungkinan telah memikirkan satu kandidat kuat untuk kursi pelatih. “Menurut saya ada satu nama yang muncul dalam pikiran Lazio, yaitu Thiago Motta,” ujar Zappulla.
Komentar para pendukung Lazio di media sosial pun terbelah. Sebagian menyambut baik kemungkinan kedatangan Motta, sementara sebagian lainnya lebih memilih mempertahankan Sarri atau mendukung kandidat lain.
Baca Juga: Pulisic Masih Mandul AC Milan Merugi, Tapi Allegri Bicara Begini
Ada pula kelompok suporter yang tetap mengkritik kebijakan manajemen klub.
Saat ini, pembicaraan mengenai kemungkinan kedatangan Motta masih sebatas spekulasi. Manajemen Lazio belum mengambil keputusan terkait masa depan Sarri. Namun, klub disebut mulai mempertimbangkan berbagai opsi agar tidak kelabakan jika terjadi pergantian pelatih.
Thiago Motta sendiri sedang tanpa klub setelah sebelumnya dipecat oleh Juventus sekitar setahun lalu. Meski mengalami kesulitan selama menangani Juventus, performanya sebelumnya bersama Bologna sempat mendapat banyak pujian.
Editor : M. Ainul Budi