RADAR JEMBER - Pelatih Lazio, Maurizio Sarri, menggelar konferensi pers jelang laga besar melawan AC Milan.
Dalam kesempatan tersebut, Sarri menyoroti dukungan suporter yang akan kembali memenuhi stadion, kondisi timnya, hingga masa depan proyek Lazio yang berpotensi memasuki fase baru.
Sarri mengaku senang timnya akan kembali bermain di hadapan stadion yang penuh. Menurutnya, dukungan suporter menjadi motivasi tambahan bagi para pemain untuk tampil maksimal dalam pertandingan yang ia sebut sangat sulit.
Baca Juga: Pulisic Masih Mandul AC Milan Merugi, Tapi Allegri Bicara Begini
“Kami semua senang bermain di depan pendukung kami dan di stadion yang penuh. Atas nama saya dan para pemain, kami berterima kasih kepada mereka dan berharap bisa membalasnya di lapangan meskipun pertandingan ini sangat sulit,” ujar Sarri.
Ia juga menilai timnya sejauh ini sudah menunjukkan dedikasi yang baik sepanjang musim, meskipun sempat melakukan beberapa kesalahan dalam beberapa laga. Sarri berharap Lazio bisa menunjukkan konsistensi yang lebih baik.
“Saya mengharapkan konfirmasi dari tim, bahkan sesuatu yang lebih. Pada pertandingan terakhir kami memulai dengan mentalitas yang sangat baik dan menutup laga dengan agresivitas. Namun di tengah pertandingan masih ada beberapa momen pasif yang harus dihilangkan,” katanya.
Sarri menilai Milan sebagai tim yang memiliki karakter jelas dan sangat berbahaya, bahkan ketika mereka terlihat tidak menguasai pertandingan.
Baca Juga: Maurizio Sarri Tersenyum Lebar? Usai Lazio Kalahkan Sassuolo
“Milan memiliki kualitas teknik dan fisik yang luar biasa. Mereka bisa menyakiti lawan bahkan ketika tidak terlihat mengendalikan pertandingan. Kami tidak boleh memberi mereka ruang terbuka karena akselerasi mereka sangat berbahaya,” jelasnya.
Terkait kondisi tim, Sarri mengungkapkan bahwa Patric dan Taylor sedang diuji dalam sesi latihan terakhir. Sementara itu, bek Alessio Romagnoli masih diragukan tampil hingga menjelang hari pertandingan.
Ia juga mengakui Lazio sedang mengalami kesulitan dalam situasi bola mati, terutama setelah hengkangnya beberapa pemain penting seperti Matías Vecino dan Matteo Guendouzi.
“Situasi bola mati saat ini menjadi masalah karena keterbatasan struktur tim. Perubahan formasi juga membuat kami harus mengubah posisi pemain saat set piece, dan itu tidak membantu,” katanya.
Dalam konferensi pers tersebut, Sarri juga memberikan pujian kepada Luka Modric. Ia menyebut gelandang veteran itu sebagai sosok yang luar biasa, terutama dalam hal kerendahan hati dan profesionalisme.
“Modric adalah monster dalam hal kerendahan hati. Di usianya sekarang dia masih mau menantang dirinya sendiri dengan dedikasi yang luar biasa. Dia selalu memberikan segalanya, bahkan dalam fase bertahan,” kata Sarri.
Editor : M. Ainul Budi