RADAR JEMBER - Musim pertama Cristian Chivu sebagai pelatih Inter Milan menghadirkan dua wajah yang sangat kontras: dominan di kompetisi domestik, namun mengecewakan di pentas Eropa.
Menurut laporan Corriere della Sera, Chivu mencatat performa luar biasa di liga.
Dengan 64 poin dari 26 pertandingan, ia menjadi pelatih debutan terbaik dalam sejarah Inter — bahkan yang terbaik secara keseluruhan sejak era 1930-an, menyamai rekor era Carlo Carcano bersama Juventus FC.
Jika dirata-ratakan hingga akhir musim, Nerazzurri berpotensi mengakhiri liga dengan 92–93 poin — angka yang sangat tinggi.
Pencapaian ini semakin impresif mengingat beberapa pemain kunci seperti Denzel Dumfries sudah absen sejak November dan Lautaro Martínez kini juga menepi.
Namun cerita berbeda terjadi di Eropa. Inter tersingkir lebih awal di UEFA Champions League, termasuk kekalahan dari FK Bodø/Glimt.
Statistiknya mencolok: di bawah kepemimpinan Simone Inzaghi, Inter hanya kalah empat kali dalam 30 laga Eropa terakhir.
Sementara bersama Chivu, mereka sudah menelan lima kekalahan dalam sepuluh pertandingan.
Meski format kompetisi Eropa musim ini telah berubah dan perlu menjadi bahan pertimbangan dalam analisis, angka-angka tersebut tetap menunjukkan kontras tajam antara performa domestik dan kontinental Inter di bawah arahan Chivu.
Editor : M. Ainul Budi