RADAR JEMBER - Kelompok suporter garis keras Lazio, resmi mengumumkan akan melanjutkan aksi protes terhadap manajemen klub dengan tidak menghadiri laga semifinal Coppa Italia melawan Atalanta.
Keputusan tersebut disampaikan melalui sebuah pernyataan panjang yang dipublikasikan di media sosial, menyusul kekecewaan suporter setelah pertandingan liga Lazio kontra Atalanta.
Dalam pernyataan itu, mereka mengaku sebelumnya menunggu “sinyal” dari pihak klub agar dapat mempertimbangkan sikap berbeda, namun hal tersebut tidak terjadi.
Kelompok suporter menyebut keputusan boikot ini sebagai salah satu yang paling menyakitkan selama 21 tahun kepemimpinan presiden klub, Claudio Lotito.
Mereka menilai kesabaran tifosi telah mencapai batas akibat apa yang mereka sebut sebagai “janji kosong” dan sikap direksi yang dianggap tidak menghargai pendukung.
Kritik tajam juga diarahkan pada konferensi pers terkait proyek renovasi Stadio Flaminio. Suporter menilai acara tersebut hanya berisi retorika tanpa pelibatan nyata dari tifosi yang nantinya akan menjadi pengguna stadion.
Dalam pernyataan itu, direktur olahraga Angelo Fabiani ikut disinggung. Ia sebelumnya disebut berjanji membuka ruang dialog dengan suporter, namun hingga kini tidak ada undangan resmi yang diterima kelompok ultras.
Suporter juga mengkritik desain tribun Curva Nord di proyek stadion baru. Mereka menilai pembagian tribun menjadi dua tingkat akan menghilangkan kekompakan dan kekuatan dukungan yang selama ini menjadi ciri khas sektor tersebut.
Selain isu stadion, manajemen dituding gagal mengelola tim secara kompetitif. Mereka menyinggung pembatasan aktivitas transfer dan perampingan skuad, serta pernyataan presiden klub yang dinilai tidak menempatkan prestasi olahraga sebagai prioritas utama.
Suporter juga menyoroti rencana penggunaan dana setelah pelunasan utang pajak klub pada 2027 yang disebut akan difokuskan untuk menopang struktur keuangan, bukan investasi pemain.
Di akhir pernyataan, kelompok tifosi terorganisasi mengajak seluruh pendukung yang menginginkan perubahan untuk menunjukkan dissent dengan tidak memasuki stadion saat semifinal Coppa Italia.
Mereka menegaskan aksi ini dilakukan sebagai bentuk cinta terhadap klub, sembari menyerukan persatuan suporter dengan keyakinan bahwa tifosi Lazio tidak akan terkalahkan jika tetap bersatu.
“Avanti Lazio, Avanti Laziali,” tutup pernyataan tersebut.