RADAR JEMBER - Kekalahan 3-1 yang dialami Inter Milan saat bertandang ke markas Bodo/Glimt di leg pertama play-off Liga Champions UEFA 2025-26 meninggalkan kekecewaan mendalam.
Namun, di tengah hasil negatif tersebut, penyerang muda Inter, Francesco Pio Esposito, tetap menebarkan optimisme jelang leg Kedua di San Siro pada pekan depan.
Dalam wawancara bersama Prime Video, Esposito secara jujur mengakui bahwa kekalahan ini terasa menyakitkan, tetapi peluang lolos masih terbuka lebar.
Gol Beruntun Jadi Titik Balik
Menurut Esposito, momen krusial yang membuat Inter kehilangan kendali pertandingan adalah dua gol cepat yang bersarang ke gawang mereka.
“Sulit mengatakan secara pasti kapan pertandingan lepas dari kendali, tetapi gol 2-1 dan 3-1 datang beruntun dan itu menjadi pukulan terakhir bagi kami,” ujar Pio.
Gol-gol cepat tersebut membuat Nerazzurri gagal bereaksi secara efektif. Intensitas permainan tuan rumah serta atmosfer stadion di Norwegia menjadi kombinasi yang menyulitkan wakil Italia tersebut.
Inter sebenarnya sempat berupaya membangun serangan, namun kreativitas dan ketenangan di sepertiga akhir lapangan tidak cukup tajam untuk membalikkan keadaan.
“Kami tidak mampu menciptakan peluang maupun bereaksi setelah hasil tersebut,”
Kekalahan yang Berat, Tapi Peluang Masih Terbuka
Meski mengakui hasil ini “sangat berat”, Esposito menegaskan bahwa perjalanan belum berakhir.
“Tentu ini kekalahan yang terasa berat, tetapi kami beruntung masih memiliki kesempatan lain. Kami harus segera melupakannya dan memikirkan Lecce, karena peluang untuk lolos masih sangat mungkin,”
Editor : M. Ainul Budi