RADAR JEMBER - Mantan kapten Inter Milan, Beppe Bergomi, mengulas salah satu kekuatan utama Nerazzurri musim ini: efektivitas dalam mencetak gol dari situasi bola mati, khususnya tendangan sudut.
Hal itu disampaikannya saat menjadi analis di program Sky Calcio Club, usai kemenangan Inter atas Sassuolo.
Menurut Bergomi, keberhasilan Inter bukan semata-mata karena keunggulan fisik, melainkan hasil dari kualitas eksekusi dan variasi taktik yang matang.
“Gol dari tendangan sudut? Pujian biasanya selalu diberikan kepada pengumpan. Inter terlihat seperti tim yang mengandalkan fisik, tapi sebenarnya para gelandang mereka tidak terlalu dominan dalam duel udara,” ujar Bergomi.
Ia menjelaskan bahwa kualitas umpan menjadi faktor kunci, terutama dari sisi kiri. Bergomi menyoroti perbedaan signifikan dibanding musim lalu, baik dari arah, kecepatan, maupun target umpan.
“Saat Inter bermain tanpa Calhanoglu dan Dimarco, karakter tendangannya berbeda. Tapi dibanding musim lalu, umpan dari sisi kiri sekarang jauh lebih bervariasi. Melawan Sassuolo, biasanya mereka menyerang tiang dekat, kali ini justru ke tiang jauh,” jelasnya.
Meski mengakui adanya kesalahan dari kiper Sassuolo, Andrea Consigli, Bergomi menilai kecepatan dan akurasi bola tetap menjadi penentu, terlebih dengan kehadiran pemain bertipe kuat seperti Yann Bisseck di kotak penalti.
Selain membahas bola mati, Bergomi juga menyinggung duel akbar Inter vs Juventus. Ia memprediksi pendekatan agresif dari Bianconeri, yang cenderung langsung menekan tanpa banyak perhitungan.
“Juve tidak mempelajari lawan terlalu dalam, mereka langsung menyerang. Mereka akan melakukan hal yang sama melawan Inter. Tapi jika Anda menyerang Inter, mereka akan keluar dan menyakiti Anda. Pemain sayap yang mengincar ruang adalah aset besar,” tegasnya.
Editor : M. Ainul Budi