RADAR JEMBER - Pelatih Juventus Luciano Spalletti marah keras atas hasil negatif Juventus usai kalah 3-0 dari atalanta di Coppa Italia.
Menurutnya, kekalahan telak ini bukan semata soal hasil, melainkan tentang kegagalan membaca momen krusial dalam pertandingan.
Juventus datang ke Bergamo dengan kepercayaan diri tinggi, setelah mencatatkan performa positif dan dua kali menaklukkan Atalanta di final Coppa Italia edisi 2021 dan 2024.
Namun, semuanya berubah setelah insiden penalti kontroversial di babak pertama.
Menurutnya, Juventus kerap terjebak dalam permainan statistik dan penguasaan bola, tetapi gagal bersikap tajam ketika pertandingan benar-benar membutuhkan keputusan cepat.
“Ada momen di mana bola terus bergerak dan permainan lebih banyak soal statistik, tetapi ketika pertandingan benar-benar menentukan, Anda harus mengambil keputusan yang tepat, cepat, dan tegas. Pada momen-momen itu, kami salah memilih,”
Hal lain yang disesalkan Spalletti adalah runtuhnya struktur permainan di menit-menit akhir.
“Di penghujung laga, kami bermain sendiri-sendiri, kehilangan organisasi, dan kehilangan kekompakan,” katanya.
Menurutnya, keinginan mencetak gol balasan justru membuat tim kehilangan identitas permainan.
Editor : M. Ainul Budi