RADAR JEMBER - Inter Milan dikabarkan berubah sikap terkait masa depan Henrikh Mkhitaryan. Gelandang senior asal Armenia itu kini berpeluang mendapatkan perpanjangan kontrak, meski sebelumnya sempat dianggap mendekati pintu keluar Giuseppe Meazza.
Menurut laporan Calciomercato yang dikutip FCInter1908, musim ini kemungkinan bukan menjadi musim terakhir Mkhitaryan bersama Nerazzurri.
Kontrak sang pemain sendiri akan berakhir pada Juni mendatang.
Situasi Kontrak Pemain Senior Inter
Selain Mkhitaryan, terdapat empat pemain lain yang juga memasuki masa akhir kontrak, yakni:
Stefan de Vrij
Francesco Acerbi
Matteo Darmian
Yann Sommer
Namun, berbeda dengan Mkhitaryan, masa depan keempat pemain tersebut disebut-sebut sudah hampir pasti.
Inter dinilai enggan menawarkan kontrak baru kepada mereka, seiring dengan rencana peremajaan skuad yang terus digalakkan manajemen.
Performa Konsisten di Usia 37 Tahun
Meski telah memasuki usia 37 tahun, Mkhitaryan masih menunjukkan performa yang stabil dan konsisten. Pengalamannya menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keseimbangan lini tengah Inter Milan.
Di bawah arahan pelatih Cristian Chivu, eks pemain Manchester United dan AS Roma itu tetap menjadi andalan.
Ia kerap dipercaya tampil sebagai pengatur tempo sekaligus penghubung antara lini tengah dan lini serang.
Sepanjang musim ini, Mkhitaryan telah mencatatkan 22 penampilan di berbagai kompetisi, dengan torehan Satu gol dan Dua assist.
Statistik tersebut menunjukkan bahwa kontribusinya masih relevan di level tertinggi.
Inter Pertimbangkan Kontrak Jangka Pendek
Melihat peran vital yang masih diembannya, Inter Milan kini dikabarkan mempertimbangkan untuk menyodorkan kontrak jangka pendek kepada Mkhitaryan.
Opsi ini dinilai paling realistis, mengingat usia sang pemain yang tak lagi muda, namun masih memiliki nilai strategis bagi tim.
Kontrak berdurasi satu tahun kemungkinan akan menjadi solusi win-win, baik bagi klub maupun sang pemain.
Inter tetap mendapatkan pengalaman dan kepemimpinan di ruang ganti, sementara Mkhitaryan bisa melanjutkan kariernya di level elite Eropa.
Editor : M. Ainul Budi