Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Ulasan Lengkap Tiga Klub Raksasa Italia Ini Soal Kekuatan FInansialnya, Inter Milan Paling Banyak Pendapatannya?

M. Ainul Budi • Selasa, 3 Februari 2026 | 12:25 WIB
Beppe Marotta, Presiden Inter Milan
Beppe Marotta, Presiden Inter Milan

RADAR JEMBER - Berdasarkan data laporan keuangan terbaru hingga awal tahun 2026, peta kekuatan finansial "Big Three" Italia (Inter Milan, AC Milan, dan Juventus) telah mengalami pergeseran yang cukup drastis.

Berikut adalah ringkasan keuntungan dan kerugian ketiga klub tersebut untuk tahun fiskal 2025/2026:

​1. Inter Milan: Sang "Raja Pendapatan"

​Inter Milan menjadi kejutan terbesar dengan mencatatkan pemulihan finansial yang luar biasa di bawah manajemen Oaktree Capital.

​Status: Paling Untung.

​Keuntungan: Mencatatkan laba bersih sekitar €35,4 juta (tahun fiskal 2024/2025 yang dilaporkan pada akhir 2025) dan diproyeksikan tetap positif di 2026.

​Faktor Kunci: Pendapatan rekor sebesar €567 juta (tertinggi dalam sejarah Serie A), berkat partisipasi di Liga Champions yang sukses dan pendapatan dari Piala Dunia Antarklub FIFA yang baru.

​2. AC Milan: Konsistensi Stabilitas

​AC Milan tetap menjadi klub dengan model bisnis yang paling sehat dan stabil, meskipun secara angka pertumbuhan tidak "semeledak" Inter.

​Status: Sangat Sehat (Break-even).

​Kondisi: Milan diprediksi berada di titik break-even (impas) atau sedikit untung. Milan unggul dalam pendapatan komersial murni dibanding rival-rivalnya.

​Faktor Kunci: Kebijakan gaji yang ketat (anggaran gaji Milan berada di posisi ke-5 di Serie A, jauh di bawah Inter dan Juventus) membantu mereka menjaga neraca tetap hijau tanpa harus bergantung pada penjualan pemain bintang.

​3. Juventus: Fase Pemulihan Berat

​Juventus masih dalam proses "diet" finansial setelah menderita kerugian besar di tahun-tahun sebelumnya.

​Status: Paling Merugi (namun membaik).

​Kerugian: Masih mencatatkan kerugian sekitar €50-€58 juta untuk tahun fiskal 2025. Meskipun ini adalah perbaikan besar dari kerugian tahun sebelumnya yang mencapai ratusan juta euro, mereka tetap menjadi yang paling "merah" di antara ketiganya.

​Faktor Kunci: Beban gaji yang masih tinggi dan biaya amortisasi pemain dari era sebelumnya. Namun, kembali bermain di Liga Champions memberikan suntikan dana segar sebesar €102 juta yang sangat membantu memangkas kerugian.

Kesimpulannya:

Tahun 2026 menjadi tahun kejayaan finansial bagi Inter Milan yang berhasil keluar dari jeratan hutang menjadi klub paling menguntungkan.

Di sisi lain, Juventus masih memegang predikat "paling rugi" secara nominal, meski trennya menunjukkan arah positif menuju pemulihan total pada 2027.

Editor : M. Ainul Budi
#inter milan #ac milan #juventus