RADAR JEMBER - Inter Milan pulang dari Cremona dengan kemenangan yang terasa rutin, hampir tanpa drama—setidaknya sampai petasan ikut masuk laporan pertandingan.
Gazzetta dello Sport tak ragu menunjuk Lautaro Martinez sebagai pusat segalanya: pemimpin, pemecah kebuntuan, sekaligus simbol Inter yang kini makin nyaman di puncak.
Nilai 7,5 jadi penanda betapa “lengkapnya” El Toro malam itu.
Menekan, membagi bola, mencetak gol—paket komplit seorang penyerang modern. Gol pembuka lewat sundulan klasik, lalu aksi defensifnya ikut melahirkan gol kedua yang diselesaikan Zielinski.
Singkatnya: Lautaro melakukan segalanya, rekan-rekannya tinggal mengikuti arus.
Di belakangnya, Zielinski (7) tampil elegan dengan gol jarak jauh yang disebut “sassata”, meski dibantu sedikit keraguan Audero.
Regia bersih, tenang, dan cukup untuk memberi sinyal: Calhanoglu boleh sembuh tanpa tergesa.
Namun tidak semua berwarna biru-hitam cerah.
Davide Frattesi hanya diganjar 5,5 dan dicap terburuk. Gazzetta menilai ia masih menjadi salah satu korban paling nyata dari transisi Inzaghi ke Chivu.
Timing hilang, insting terlambat, dan satu peluang matang justru melayang di atas mistar. Malam yang membuat Frattesi seperti hadir—tanpa benar-benar ada.
Nilai 6,5 juga diberikan pada Luis Henrique, solid dan fungsional meski tanpa ledakan di sepertiga akhir. Stabil, aman, dan mungkin memang itu yang diminta Chivu.
Sang pelatih sendiri mendapat 6,5: babak pertama nyaris sempurna, babak kedua sedikit goyah—entah karena taktik atau karena petasan yang ikut “menguji konsentrasi”.
Kesimpulannya? Inter menang tanpa harus memaksakan gigi penuh. Lautaro memimpin, yang lain mengatur ritme, dan klasemen pun tetap aman.
Untuk pesaing di belakang, ini mungkin kabar paling tidak menyenangkan: Inter bahkan bisa menang saat tidak tampil maksimal.
Editor : M. Ainul Budi