RADAR JEMBER - Skuad Inter Milan kembali turun ke lapangan dengan satu misi jelas, menang dan menekan AC Milan dari jauh.
Di Stadion Zini, pasukan Cristian Chivu siap tampil dengan formasi yang pragmatis tapi cukup untuk mengingatkan papan atas siapa yang masih memegang kendali.
Menurut Sky Sport, Chivu tak tergoda eksperimen aneh.
Di bawah mistar tetap Sommer, pilihan yang bikin lini depan lawan berpikir dua kali sebelum berharap keajaiban.
Di belakang, trio Bisseck–Akanji–Bastoni siap menjaga wilayah, sementara Dimarco dan Luis Henrique menguasai sisi lapangan—resep klasik yang sering bikin lawan kehabisan napas.
Di tengah, meski Calhanoglu dan Barella absen, Inter tidak panik.
Zielinski dipercaya sebagai pengatur tempo, ditemani Mkhitaryan dan Sucic.
Bukan nama mewah, tapi cukup untuk bikin penguasaan bola tetap nerazzurro—sesuatu yang belakangan sering bikin rival gelisah sambil berharap “keajaiban jadwal”.
Di depan, Lautaro Martinez kembali jadi simbol ketegasan, ditemani Pio Esposito.
Pilihan ini menegaskan satu hal: Inter tak perlu selalu nama besar untuk tetap berbahaya.
Thuram? Bonny? Istirahat dulu—musim masih panjang, dan yang panik biasanya bukan Inter.
Sementara itu, Milan hanya bisa menonton sambil menunggu giliran main. Tekanan ada di mereka.
Inter tahu caranya: menang dulu, baru lihat yang lain menyusul.
Editor : M. Ainul Budi