RADAR JEMBER - Federico Dimarco kembali mendapat pengakuan sebagai salah satu pemain terbaik dunia di posisinya.
Dalam program Elastici besutan Cronache di Spogliatoio, mantan gelandang AC Milan sekaligus analis sepak bola, Massimo Ambrosini, menilai wingback kiri Inter tersebut pantas masuk jajaran lima besar dunia tanpa keraguan.
Penilaian itu muncul dalam segmen permainan Cono o Coppetta, yang turut melibatkan jurnalis Giuseppe Pastore dan Stefano Ferré, dengan berbagai topik seputar Inter Milan dibahas secara cepat dan lugas.
Saat ditanya apakah Inter memiliki peluang lebih dari 50 persen untuk menjuarai Serie A musim ini, Ambrosini dan Pastore menjawab optimistis dengan kata “ya”, sementara Ferré masih memilih bersikap lebih hati-hati.
Namun sorotan utama tertuju pada Dimarco. Ketiganya sepakat bahwa pemain bernomor punggung 32 tersebut merupakan salah satu yang terbaik di dunia dalam perannya.
Ambrosini bahkan menegaskan, “Tanpa bayang-bayang keraguan.”
Meski demikian, ketika diminta memilih satu pemain untuk membangun tim impian—antara Alessandro Bastoni dan Dimarco—ketiga panelis justru kompak memilih Bastoni.
Pilihan tersebut menegaskan betapa sentralnya peran bek kiri Inter itu dalam keseimbangan dan struktur permainan tim.
Diskusi berlanjut ke ambisi Inter di dua kompetisi besar. Pastore menilai Scudetto akan menjadi target utama, sementara Ambrosini berpandangan berbeda. Menurutnya, jika pertanyaan itu diajukan langsung kepada para pemain Inter, maka jawaban mereka hampir pasti adalah Liga Champions.
“Liga Champions tetap Liga Champions,” tegasnya.
Topik lain yang ikut dibahas adalah kemungkinan kontribusi Ivan Perisic. Ferré dan Pastore sepakat bahwa kehadirannya bisa meningkatkan kualitas skuad, sementara Ambrosini memberi respons lebih diplomatis.
Diskusi ini kembali menegaskan satu hal: Inter memiliki sejumlah pemain kunci dengan level dunia, dan baik Dimarco maupun Bastoni kini telah menjelma menjadi simbol kekuatan Nerazzurri di level domestik maupun Eropa.
Editor : M. Ainul Budi