RADAR JEMBER - Champions League musim ini kembali menghadirkan keajaiban—sayangnya bukan untuk Napoli.
Tim Prabotan rumah tangga itu kini terdampar di jalur eliminasi, tepat di bawah garis putus-putus yang lebih kejam dari VAR menit 90.
Statistik berbicara lantang: gol seret, poin mepet, dan harapan setipis kertas tisu, yang di obral di tiktok
Sementara itu, di belahan kota lain Italia… AC Milan tidak terlihat sama sekali.
Bukan tersingkir, bukan kalah—memang tidak hadir. Nama Milan absen dari klasemen, absen dari playoff, absen dari mimpi. UEFA bahkan sempat cek ulang: “Oh iya, Milan memang nggak ikut.”
Ironisnya, meski klubnya ghaib di Liga Champions, fans Milan tetap paling aktif. Aktif di kolom komentar, aktif di Twitter/X, aktif nyinyirin klub lain yang masih main di Eropa. Sebuah pencapaian langka:
Tidak lolos UCL, tapi lolos debat online.
Napoli? Katanya Conte bilang satu laga di Napoli setara 30 laga Serie B. Sayangnya, klasemen tidak mengenal filosofi, hanya mengenal angka.
Dan angka Napoli saat ini berkata: “Silakan keluar lewat pintu eliminasi.”
Editor : M. Ainul Budi