RADAR JEMBER - Hasil imbang 2-2 antara Inter Milan dan Napoli masih menyisakan tanda tanya besar bagi perjalanan Nerazzurri musim ini.
Dalam kolomnya di Corriere della Sera, jurnalis senior Italia Paolo Condò menyoroti satu masalah klasik Inter: ketidakmampuan mengalahkan tim-tim yang berada di level persaingan yang sama.
Menurut Condò, Inter–Napoli adalah laga berkualitas tinggi yang dimainkan dengan mentalitas untuk menang oleh kedua tim.
Baca Juga: Alexis Saelemaekers Sudah Mentok, Allegri Minta Manajemen AC Milan Cari Bek Sayap Baru?
Permainan berlangsung dalam tempo yang saling berbalasan: Napoli menguasai awal laga namun Inter mencetak gol lebih dulu, lalu dominasi Inter dibalas Napoli dengan gol penyeimbang.
Ketegangan terus terjaga hingga akhir pertandingan, ditandai penalti yang sah namun bersifat insidental, gol kedua dari Scott McTominay yang tampil sebagai MVP, serta tembakan Henrikh Mkhitaryan yang membentur tiang gawang.
“Pertandingan ini terasa seperti bab pertama dari sebuah novel yang belum selesai,” tulis Condò, menggambarkan duel Inter dan Napoli sebagai persaingan yang masih akan berlanjut hingga akhir musim.
Baca Juga: Thuram: Juventus Tetap Tak Boleh Jumawa, Kami Harus Rendah Hati
Condò menegaskan, kemenangan sebenarnya akan sangat berarti bagi Inter. Andai pasukan Cristian Chivu mampu mengamankan tiga poin, mereka bisa menciptakan jarak signifikan dari para pesaing di papan atas klasemen.
Selama beberapa fase pertandingan, Inter tampil dengan permainan cepat, presisi, dan determinasi tinggi, meski tidak semua pemain berada dalam performa terbaik—Lautaro Martínez disebut tidak berada dalam malam terbaiknya.
Di sisi lain, Napoli justru mendapat pujian besar. Meski dihantam badai cedera yang memaksa perubahan besar dari rencana awal musim, tim asuhan Antonio Conte tetap tampil solid dan kompetitif.
Baca Juga: John Herdman Tertarik Bawa Pulang Beberapa Pemain Diaspora Lagi?
“Conte membangun tim ini dengan kawat dan keberanian,” tulis Condò, menekankan ketangguhan mental Napoli yang membuat mereka tetap kandidat kuat peraih scudetto, terlebih saat skuad kembali lengkap, termasuk kehadiran Neres.
Kesimpulan Condò cukup tegas: Inter masih bermain dengan kualitas sepak bola yang lebih unggul secara umum, namun kegagalan mengalahkan rival langsung terus berulang.
Penyebab utamanya, menurut dia, terletak pada lini pertahanan yang kerap kehilangan konsentrasi saat fase pengelolaan permainan, sehingga merusak kerja baik lini lain.
Musim masih panjang, tetapi sinyal peringatan bagi Inter sudah jelas: tanpa perbaikan di laga-laga besar, ambisi juara bisa kembali terganjal di saat krusial.
Editor : M. Ainul Budi