RADAR JEMBER - Pelatih kepala Juventus Luciano Spalletti mengajukan tiga permintaan terkait bulan Januari saat bertemu dengan para pejabat Juventus.
Luciano Spalletti dilaporkan mengadakan pertemuan dengan jajaran petinggi klub pada hari Jumat untuk membahas rencana transfer.
Luciano Spalletti meminta Juventus untuk merekrut wakil Yildiz.
Baca Juga: FAKTA Terungkap Ternyata Joey Pelupessy Sudah Ditawari Timnas Sejak Usianya Segini
Menurut Tuttosport melalui IlBianconero , Spalletti dan para petinggi Juventus mengadakan pertemuan puncak lagi pada hari Jumat, di mana Spaletti mengulangi permintaannya untuk bulan Januari.
Sumber tersebut mengklaim bahwa Spaletti meminta manajemen untuk mendatangkan dua pemain baru, dengan kemungkinan penambahan pemain ketiga.
Baca Juga: Bursa Transfer Juventus Bergeliat, Fabrizio Romano Sebut Tiga Nama Pemain Ini
Pertama, Spalletti menginginkan pemain sayap kiri/gelandang serang baru, yang dapat menjadi cadangan bagi Kenan Yildiz, yang saat ini tidak memiliki alternatif alami di dalam skuad.
Tak perlu diragukan lagi, Federico Chiesa adalah favorit utama untuk peran ini, karena Juventus sudah berupaya mencapai kesepakatan dengan Liverpool untuk kepulangannya .
Daniel Maldini dari Atalanta dianggap sebagai opsi cadangan.
Spalletti menginginkan tambahan pemain di lini tengah, tetapi rencana penyerangan masih ditunda.
Baca Juga: Inter Milan Punya Strategi Jitu Begini Datangkan Dusan Vlahovic?
Profil kedua yang diminta oleh manajer adalah gelandang serbaguna yang mampu mengisi berbagai peran, agak mirip dengan Weston McKennie.
Menariknya, laporan tersebut tidak menyebutkan apa pun tentang pemain sayap baru, yang mengisyaratkan bahwa Spalletti senang menurunkan McKennie di posisi sayap.
Terakhir, Spaletti ingin menunggu perkembangan kondisi Dusan Vlahovic sebelum memutuskan apakah akan merekrut striker baru di tengah musim atau tidak.
Laporan-laporan sebelumnya pekan ini mengklaim bahwa Vlahovic telah membuat kemajuan penting dalam proses pemulihannya. Oleh karena itu, ia bisa kembali beraksi pada pertengahan Februari, bukan Maret seperti yang awalnya diperkirakan.
Editor : M. Ainul Budi