RADAR JEMBER - Bila mau cari gambaran Inter Milan musim ini, cukup lihat satu nama: Nicolò Barella. Lari nggak habis-habis, main all out, selalu nongol di mana-mana.
Tapi… ya itu, hasil akhirnya masih kurang greget.
Barella sering kena semprot fans.
Baca Juga: TERNYATA Begini Solusi Cerdas Inter Milan Soal Denzel Dumfries yang Cedera Panjang, Mau Diapakan?
Katanya emosian, katanya kebanyakan salah. Tapi fakta di lapangan bilang lain: dia selalu jadi yang paling sibuk, paling capek, dan paling mau berkorban. Mau disuruh main di posisi aslinya, mau jadi “Calhanoglu dadakan”, Barella tetap OK gas.
Masalahnya ada di detail kecil.
Musim ini doi baru cetak 1 gol dan 5 assist dari 21 laga. Buat pemain sekelas Barella? Jujur aja, kurang pedas. Bahkan penalti krusial lawan Bologna di Supercoppa pun gagal—dan Inter langsung angkat koper.
Tapi jangan salah, statistik tetap bela dia.
Baca Juga: Inter Milan Sebenarnya Tim Kuat, Cuma....?
Menurut DataMB, Barella (barengan Kimmich) masuk jajaran dua gelandang terbaik di 7 liga top Eropa. Umpan progresif? Top. Umpan kunci? Ngeri. Volume permainan? Gila.
Dan di sinilah Barella jadi cerminan Inter: Peluang banyak
Main bagus
Kerja keras
Baca Juga: Pemain Ini Dijadikan Kambing Hitam Soal Kekalahan Inter Milan dari Bologna?
Tapi gol dan hasil nggak sebanding
Inter dan Barella sama-sama kurang tajam di momen penentuan. Bukan soal kualitas, tapi soal finishing dan ketenangan.
Kalau detail kecil ini dibenahi, Barella bakal kembali jadi monster lini tengah—dan Inter bisa berubah dari “nyaris” jadi “juara”.
Editor : M. Ainul Budi