RADAR JEMBER - Situasi Boulaye Dia di Lazio kembali menjadi sorotan setelah penampilannya yang mengecewakan dalam laga melawan AC Milan.
Pertandingan yang seharusnya menjadi momentum kebangkitan bagi penyerang asal Senegal itu justru berubah menjadi episode lain dari musim buruk yang tengah dijalaninya. Selama berlaga, Dia nyaris tidak memberikan kontribusi nyata bagi tim.
Minim pergerakan di dalam kotak penalti, kurang agresif tanpa bola, serta jarang membantu pembangunan serangan tim, adalah penilaian obyektif banyak pengamat untuk Dia.
Baca Juga: Bobroknya Enam Laga Tandang Beruntun Real Madrid Bersama Xabi Alonso, Akibat Apa?
Cedera yang menimpa Taty Castellanos sekitar satu setengah bulan lalu sebenarnya membuka peluang besar bagi Dia untuk membuktikan diri.
Pelatih Lazio memberikan kepercayaan berupa menit bermain dan kesempatan tampil secara berkelanjutan, berharap sang penyerang bisa kembali menemukan sentuhan terbaiknya. Namun, performa yang ditunjukkan tak kunjung memenuhi harapan.
Baca Juga: WIDIH! Pemain Inter Milan Ini Dapat Kritik Pedas Gara-gara Tak Bisa Lewati Lawan Satupun
Sejak mencetak satu-satunya golnya musim ini pada pekan kedua kontra Verona, Dia tidak pernah lagi mampu mengonversi peluang menjadi gol, sementara kualitas permainannya terus menurun.
Kini, kembalinya Castellanos ke skuad utama mengubah peta persaingan. Dengan kondisi sang penyerang Argentina yang sudah pulih dan siap kembali menjadi pilihan utama, posisi Dia menjadi rapuh dan terancam terdegradasi signifikan.
Situasi kian rumit dengan semakin dekatnya jadwal Piala Afrika, ajang yang akan diikuti Dia dan berpotensi mengurangi waktu bermainnya di paruh kedua musim.
Tak mengherankan jika media olahraga Italia memberikan penilaian rendah atas penampilan Dia melawan Milan.
Nilai buruk yang disematkan mencerminkan kondisi nyata di lapangan: seorang pemain yang tengah terpuruk, gagal memberikan kontribusi nyata, dan tampil jauh di bawah level terbaiknya seperti musim-musim sebelumnya.
Lazio masih berharap adanya kebangkitan, tetapi waktu bagi Dia untuk membalikkan keadaan tampaknya semakin menipis.
Jika tidak segera memanfaatkan kesempatan yang tersisa, menit bermainnya diprediksi akan terus menurun seiring berjalannya musim.
Editor : M. Ainul Budi