RADAR JEMBER - Youssouf Fofana menjadi salah satu pilar bagi Max Allegri di lini tengah. Meskipun penampilannya bisa dibilang angin-anginan.
Namun, Allegri nyatanya terus memainkan Fofana di lini tengah bersama Luka Modric.
Terlepas hal itu, mengapa Allegri lebih memilih Fofana ketimbang pemain muda macam Samuele Ricci misalnya.
1. Profil Fisik & Intensitas yang Lebih Cocok untuk Gaya Allegri
Fofana punya fisik kuat, duel bagus, dan daya jelajah tinggi. Allegri sangat suka gelandang yang:
kuat bertahan, mampu memenangi duel, bisa menjaga struktur tim, tidak mudah kalah body
Ricci lebih bertipe regista/playmaker, bukan gelandang duel. Untuk Allegri, tipe seperti ini sering dianggap “terlalu halus”.
2. Adaptasi Taktik Lebih Cepat
Fofana sudah terbiasa bermain di sistem: blok rendah, transisi cepat, pressing situasional
Ricci biasa main di sistem yang lebih possession-based. Allegri bukan tipe pelatih penguasaan bola, jadi Fofana lebih cocok.
Baca Juga: Info A1 Fabrizio Romano: Sergio Ramos Punya Kans ke Juventus?
3. Peran Double Pivot
Dalam banyak pertandingan, Allegri memakai double pivot yang butuh: satu ball-winner, satu distributor sederhana, Fofana sering dipasangkan sebagai “motor bertahan”, sedangkan Ricci kadang dianggap kurang kuat untuk peran itu.
4. Pengalaman & Mentalitas
Fofana sudah tampil di: Ligue 1, Timnas Prancis, Turnamen besar
Mentalitasnya lebih “siap tempur”. Allegri sangat menghargai pemain dengan pengalaman besar, terutama untuk pertandingan sulit.
5. Ricci Masih Proses Adaptasi
Ricci masih muda, dan pelatih seperti Allegri biasanya: memberi menit sedikit demi sedikit, menghindari menurunkan pemain muda di laga besar, menunggu mereka paham struktur bertahan, Fofana sudah siap main penuh 90 menit di pola Allegri.
Editor : M. Ainul Budi