RADAR JEMBER - Legenda Inter Milan, Giuseppe Bergomi, memberikan analisis mengenai kondisi lini depan Nerazzurri dalam tayangan Sky Sport.
Ia menegaskan bahwa duet Lautaro Martínez dan Marcus Thuram—dikenal sebagai ThuLa—masih menjadi kombinasi paling kuat untuk Inter, meski cara bermain mereka kini mengalami perubahan.
“ThuLa masih pasangan terbaik untuk Inter,” ujar Bergomi. “Namun gerakan mereka berbeda dibanding tahun pertama Thuram datang. Saat itu Thuram yang turun menjemput bola, sementara Lautaro menjadi prima punta. Sekarang sepakbola berubah; para bek menekan keras dari belakang dan wasit jarang meniup peluit. Bola-bola langsung yang lebih sering dicari Inter kini justru diserang oleh Lautaro. Mereka bergerak dengan cara yang berbeda.”
Baca Juga: Kena Gol Menit Akhir, Piotr Zielinski: Inter Milan Siap Bangkit Lebih Cepat
Bergomi juga menyoroti keputusan Chivu saat laga melawan Pisa, ketika pelatih Inter itu menarik keluar Thuram dan memasukkan Pio Esposito.
“Chivu memasukkan Esposito, yang punya energi luar biasa. Lemparan ke dalam, dia langsung bertarung, merebut bola, lalu mengirim umpan keras dengan kaki kiri. Lautaro datang dan di situlah seorang striker harus mampu menyelesaikannya.”
Terkait kritik yang kerap menghampiri Lautaro ketika minim gol, Bergomi menunjukkan keheranan:
Baca Juga: Inter Milan Kembali Terpeleset di Liga Champions, Begini Alasan Nyata Chivu
“Kenapa setiap kali Lautaro tak mencetak gol selama beberapa waktu, dia langsung diserang kritik? Penyerang juga bisa bekerja keras di luar kotak penalti. Saya heran: kadang dikritik karena tidak mencetak gol, kadang karena tidak tersenyum…”
Dengan performa stabil sang kapten dan dinamika baru di lini depan, Bergomi menilai Inter tetap memiliki kekuatan ofensif yang solid dan fleksibel.
Editor : M. Ainul Budi