Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Empat Kesalahan Ruben Amorim Saat Manchester United Tumbang 0-1 dari Everton, Nomor Dua Bikin Kesal dan Geregetan

M. Ainul Budi • Rabu, 26 November 2025 | 03:09 WIB
Ruben Amorim
Ruben Amorim

RADAR JEMBER - Rentetan hasil positif Manchester United terhenti setelah mereka kalah 0-1 dari Everton pada laga Premier League, Selasa (25/11/2025) dini hari WIB.

Kekalahan ini terasa semakin pahit karena Everton bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-13, namun tetap mampu mencuri tiga poin lewat gol Kiernan Dewsbury Hall. 

Hasil ini membuat perjalanan tim asuhan Ruben Amorim kembali disorot. Dua poin dari tiga laga terakhir memunculkan keraguan terhadap arah permainan United, terutama jelang lawatan ke markas Crystal Palace.

Sejumlah keputusan Amorim dinilai menjadi penyebab utama kegagalan di Old Trafford. 

Berikut empat kesalahan yang menjadi sorotan: 

1. Tidak Memaksimalkan Keunggulan Jumlah Pemain 

Everton kehilangan Idrissa Gueye pada menit ke-13 setelah menerima kartu merah. Alih-alih tampil agresif, United justru bermain datar dan gagal menekan.

Everton yang sempat goyah mampu menata ulang permainan dan mencetak gol pada menit ke-29. Setelah itu, The Toffees bertahan rapat dan United tidak mampu membongkar blok pertahanan tersebut. 

2. Bersikeras dengan Skema Tiga Bek 

Amorim tetap menggunakan formasi tiga bek dan dua wing-back meski United butuh kreativitas dan tekanan ekstra. Sistem ini membuat lini serang kekurangan pemain, sementara Everton menunggu dan bertahan dengan blok rendah. Penyesuaian yang dilakukan Amorim pun minim dan tidak cukup mengubah arah permainan. 

3. Pergantian Kobbie Mainoo yang Tidak Efektif 

Masuknya Kobbie Mainoo di menit ke-58 semula disambut optimisme, terutama setelah Casemiro ditarik keluar.

Namun Mainoo justru terlihat tidak menemukan peran yang jelas. Alih-alih menurunkan tempo dari lini tengah, ia lebih sering “mengambang” di area depan tanpa kontribusi signifikan. Ia hanya mencatat 17 operan dalam 35 menit dan tidak menciptakan peluang berarti. 

Situasi ini memperlihatkan Amorim belum memahami karakter permainan Mainoo serta cara memaksimalkannya. 

4. Minim Alternatif Serangan dan Abaikan Talenta Muda 

Joshua Zirkzee tampil kurang tajam sebagai ujung tombak, namun Amorim tidak menghadirkan opsi lain.

Dari lima slot pergantian, hanya tiga yang digunakan dan tidak satu pun penyerang murni diturunkan. Padahal ada nama akademi seperti Chido Obi dan Gabriele Biancheri yang dikenal produktif. 

Keputusan untuk tidak memainkan Shea Lacey juga disorot. Winger muda itu ada di bench, tetapi tidak diberi menit bermain meski United membutuhkan kreativitas tambahan.

Lacey punya potensi memberi kejutan, namun Amorim memilih menambah bek ketiga, keputusan yang dianggap mempersempit peluang United untuk menyamakan kedudukan.


Penulis : Muhammad Robitunni'am

Editor : M. Ainul Budi
#mu #Ruben Amorim #Kobbie Mainoo #idrissa gueye #everton