RADAR JEMBER - Inter Milan kini benar-benar mencerminkan gaya permainan “made in Chivu”. Hal ini terlihat dari data menarik pada laga terakhir melawan Lazio, di mana tercatat total 37 pelanggaran terjadi — 26 di antaranya dilakukan oleh pemain Inter.
Meski angka tersebut tergolong tinggi, kemenangan 2-0 menunjukkan efektivitas pendekatan agresif yang diterapkan Cristian Chivu.
Baca Juga: Akanji: Saya Ingin Bertahan Lebih Lama lagi di Inter Milan, Begini Alasan Utamanya
Nerazzurri musim ini menempati posisi ketujuh dalam jumlah pelanggaran terbanyak di Serie A dengan rata-rata 14,5 kali per laga, meningkat tajam dibanding musim lalu saat mereka hanya berada di posisi ke-16 dengan rata-rata 11 pelanggaran.
Lonjakan ini sejalan dengan filosofi pelatih baru mereka.
Sejak awal masa kepelatihan, Chivu menekankan pentingnya intensitas dan agresivitas dalam permainan, baik dalam latihan maupun konferensi pers.
Baca Juga: Chivu Sedang Bingung Siapa yang Pantas Jadi Bek Tengah Jelang Derby Inter Milan vs AC Milan
“Tim harus tetap agresif di setiap momen dan berusaha merebut bola,” ujar Chivu setelah laga kontra Lazio.
Menurut data, pemain Inter yang paling sering melakukan pelanggaran adalah Sucic, dengan rata-rata 2,5 tekel per pertandingan dan sudah mengantongi tiga kartu kuning.
Gaya “menyerang dengan tekanan tinggi” ini menandai perubahan besar dalam identitas permainan Inter, yang kini tampil jauh lebih berani dan dinamis dibanding musim-musim sebelumnya.
Editor : M. Ainul Budi