RADAR JEMBER - AS Roma mencatatkan kemenangan tipis 0-1 dari tuan rumah Sassuolo.
Tuan rumah yang diperkuat bek Timnas Indonesia Jay Idzes itu harus mengakui keunggulan tim tamu.
Gasperini, pelatih AS Roma mengapresiasi salah satu pemainnya yang bermain apik dalam laga itu.
Gasperini memuji Wesley: “Dia kuat dan berkembang.”
Roma mengalahkan Sassuolo 1-0, kembali ke puncak klasemen dan memperpanjang rekor sempurna mereka di luar Olimpico.
Secara taktik, kami cukup maju. Kami bermain dengan tiga penyerang, terkadang empat; terkadang kami memindahkan pemain dari kanan ke kiri. Wesley bermain dengan sangat baik: dia pemain yang sedang berkembang, sangat kuat.
Ini adalah gambaran metamorfosis diam-diam Roma, tulis La Repubblica , karena Wesley mungkin tidak bersinar, tetapi ia semakin menunjukkan bentuk yang dibayangkan pelatih—intensitas, fleksibilitas, semangat.
Dan Wesley, 22 tahun, yang tiba musim panas ini dari Flamengo, adalah contoh nyatanya: pemain baru pertama yang menjadi kekuatan yang stabil.
Setelah debutnya melawan Bologna, penampilan kemarin adalah yang paling meyakinkan bagi Giallorossi.
Pada babak pertama, ia tetap berada di sisi kanan, waspada dalam pertahanan dan selalu mengikuti permainan; pada babak kedua, setelah kepergian Tsimikas, ia menyelinap ke sisi kiri.
Kartu liar yang dimainkan Gasp bak pion berharga, mampu menguasai setiap ruang kosong.
Ia memiliki dua peluang untuk mengubah skor menjadi 2-0 di menit-menit akhir: pertama, kiper menggagalkannya, lalu—setelah menerima assist dari Dovbyk—ia melepaskan tembakan rendah yang melebar. Sejauh ini, ia telah menjadi starter sembilan kali di liga dan Liga Europa, dengan total 767 menit, dan mendapatkan kepercayaan penuh dari sang pelatih.
Editor : M. Ainul Budi