RADAR JEMBER - Pertahanan Inter Milan kini ibarat Benteng yang Tak Tergoyahkan.
Ini poin utama kenapa Inter layak menang. Yann Sommer tampil seperti dinding kokoh disini.
Sembilan penyelamatan krusial, termasuk satu-dua kali menepis sundulan Dybala dan tembakan Soulé yang seharusnya jadi gol.
Di depannya, lini belakang Acerbi-Bastoni seperti duo veteran yang membaca pikiran: mereka menang 12 duel udara dan memblok tujuh tembakan AS Roma.
Baca Juga: Berikut Wawancara Lengkap Leao Jadi MOTM, Singgung Luka Modric yang Jadi Abang-abangan di AC Milan
Skuad Roma punya 14 upaya ke arah gawang, tapi xG (expected goals) mereka cuma 0.8—artinya, peluangnya tak berbahaya.
Inter, dengan formasi 3-5-2 yang fleksibel, menyerap tekanan seperti spons.
Barella dan Çalhanoğlu di gelandang jadi jangkar, memutus alur Pellegrini dan Koné.
Ini bukan pertahanan pasif; ini seni bertahan ala Conte yang dibalut modernitas.
Hasilnya? Clean sheet ketiga berturut-turut, dan Inter kini punya selisih gol +11, terbaik di liga.
Editor : M. Ainul Budi