radar jember - Rumor soal kepergian kiper utama AC Milan, Mike Maignan bukanlah hal baru.
Kini, rumor itu terus mencuat.
Kabar kurang sedap menghampiri AC Milan.
Menurut laporan jurnalis kenamaan, Matteo Moretto, negosiasi perpanjangan kontrak kiper utama mereka, Mike Maignan, sedang menemui jalan buntu alias 'blocked'.
Ada perasaan kuat di tubuh Milan bahwa musim ini bisa jadi musim terakhir bagi kiper berjuluk "Magic Mike" ini.
Yang lebih mengkhawatirkan, Moretto menyebutkan peluang Maignan untuk memperpanjang kontraknya saat ini "sangat tipis".
Situasi ini menempatkan Milan di persimpangan jalan:
Jual di Januari dengan harga yang kemungkinan lebih rendah dari nilai pasarnya.
Lepas secara gratis pada musim panas mendatang (saat kontraknya habis).
Hubungan antara agen Maignan dan manajemen Milan dikabarkan sedang "dingin" (cool).
Spekulasi kepindahan pun makin memanas setelah ada yang menyebut Maignan sempat setuju dengan kesepakatan kontrak tahun lalu, namun Milan menariknya kembali dan mencoba bernegosiasi ulang, yang membuat Maignan merasa loyalitasnya dieksploitasi.
Bahkan, sempat muncul rumor bahwa Maignan pernah berusaha memaksa transfer ke Chelsea.
Keputusan terkait masa depan Mike Maignan di AC Milan telah memecah pendapat penggemar, namun mayoritas sepakat bahwa fokus utama harus tetap pada perburuan Scudetto musim ini.
Baca Juga: Catatan Statistik Menawan ala Modric, Wonderkid AC Milan Berusia 40 Tahun Ini Makin Gacor di Seri A
Melepas kiper utama sekelas Maignan di bursa transfer Januari dianggap sebagai langkah bodoh yang berpotensi menghancurkan moral tim dan mengubur ambisi juara, sehingga lebih baik membiarkannya bermain penuh hingga musim panas, bahkan jika harus pergi secara gratis untuk menghindari pengulangan kasus Donnarumma.
Meskipun ada perdebatan sengit tentang penurunan performa dan inkonsistensi Maignan belakangan ini, dengan beberapa pihak menyebutnya masih yang terbaik dalam build-up.
Namun, prinsip klub harus diutamakan: Milan lebih besar dari pemain mana pun.
Jika Maignan benar-benar tidak ingin bertahan, sebaiknya ia dipersilakan pergi di akhir musim, sambil Milan mulai mempersiapkan kiper muda seperti Torriani untuk transisi di bawah mistar.
Editor : M. Ainul Budi