radar jember - Sejak didatangkan AC Milan musim 2019 silam, Rafal Leao berkembang pesat di San Siro.
Winger Portugal ini bahkan pernah menjadi pemain terbaik Seri A 2021/2022. Sekaligus mengantarkan Milan menjadi scudetto.
Dalam perjalanannya gabung Milan. Ternyata Leao sempat hampir saja berlabuh ke Inter Milan.
Rafa Leao Hampir Bergabung Dengan Inter Sebelum Akhirnya Bergabung Dengan Milan
Leao: "Saya hampir pergi ke Inter, gila. Direktur olahraga Lille berkata kepada saya: Rafa, kami akan menjualmu ke Inter,' saya berkata:' Tidak, saya bermain sangat baik musim ini, saya ingin bertahan satu musim lagi untuk meningkatkan performa dan meningkatkan kepercayaan diri saya untuk tantangan berikutnya."
"Tapi dia berkata kepada saya: 'Tidak, tidak, saya harus menjualmu, ini kesempatan yang sangat bagus untukmu, untuk kami, ini uang yang banyak. Tapi saya menolak Inter. Satu, dua, tiga minggu berlalu dan direktur olahraga kembali kepada saya dan berkata: ' Milan tertarik padamu."
"Saya berkata: Ya, Milan tertarik, jika mereka datang dengan tawaran, saya akan menerimanya. Setelah dua hari dia kembali dan berkata: Mereka membawa tawaran, seseorang ingin berbicara denganmu."
Baca Juga: Mantan Pelatih AC Milan Ini Puji Habis-habisan Calhanoglu di Inter Milan, Dia Sangat Luar Biasa
"Dia menghubungkan saya dengan Paolo Maldini melalui telepon, bukan panggilan biasa, melainkan panggilan video. Maldini berkata kepada saya: 'Kamu harus datang, kami siap menerimamu."" Saya terima," jawab saya, "Saya tidak bisa menolak."
Rafa Leao bercerita tentang setibanya di Milan: "Ketika Maldini menelepon saya, saya sedang berada di hotel karena beliau sedang menjalani latihan. pramusim di Portugal. Saya pergi ke Milan bersama keluarga dan menginap di hotel selama sebulan."
"Saya menyadari betapa besarnya klub ini ketika saya memainkan pertandingan kandang pertama saya. Rasanya luar biasa, stadionnya penuh, saya pikir itu sungguh luar biasa. Bahkan ketika kami memenangkan Scudetto."
"Itu adalah sesuatu yang perlu dialami seorang pemain, untuk memahami betapa pentingnya bermain untuk Milan."
Editor : M. Ainul Budi