radar jember - Cristian Chivu tampaknya memilih jalannya sendiri dalam menakhodai Inter Milan.
Menurut La Gazzetta dello Sport, dari seluruh wajah baru yang diboyong Nerazzurri di musim panas, hanya Manuel Akanji yang langsung mendapat tempat di tim inti.
Dalam dua laga terakhir melawan Juventus dan Ajax, susunan pemain yang diturunkan Chivu hampir identik dengan era Simone Inzaghi.
Yann Sommer tetap dipercaya di bawah mistar, sementara lini pertahanan masih bertumpu pada kombinasi Bastoni, Acerbi atau De Vrij, ditambah Dumfries dan Dimarco di sayap.
Baca Juga: Inter Milan Bangkit: Chivu Apresiasi Anak Buahnya dan Satu Striker Muda Ini
Akanji hadir menggantikan Pavard, dan sejauh ini jadi satu-satunya rekrutan baru yang benar-benar diandalkan.
Di lini tengah, trio Barella, Calhanoglu, dan Mkhitaryan kembali tampil sebagai tumpuan, meninggalkan nama-nama baru seperti Sucic, Luis Henrique, dan Diouf di bangku cadangan.
Baca Juga: Kritik Pedas Terus Ditujukan Kebijakan Transfer Inter Milan Bersama Chivu, Sebenarnya Ada Apa?
Sucic hanya sempat mencicipi menit bermain di awal musim, sementara Diouf baru turun 11 menit melawan Torino.
Di sektor depan, Bonny masih sebatas pelapis, sementara Pio Esposito baru tampil sebagai starter karena absennya Lautaro Martínez akibat cedera punggung.
Keputusan Chivu ini memunculkan pertanyaan: apakah ia benar-benar mengabaikan investasi klub di bursa transfer, atau sekadar menunggu waktu tepat untuk melebur wajah baru ke dalam kerangka lama? Bagi Gazzetta, langkah sang pelatih bisa jadi cerminan strategi hati-hati dalam masa transisi, mengandalkan kontinuitas sebelum menyuntikkan perubahan secara bertahap.
Baca Juga: Sang Protagonis ala Pulisic untuk AC Milan, Catatkan Banyak Rekor dan Statistik Mentereng
Untuk saat ini, Inter masih bertumpu pada blok lama, dengan hanya satu tambahan penting bernama Akanji.
Bagaimana nasib pemain baru lain? Waktu dan kesabaran akan memberi jawaba
Editor : M. Ainul Budi