radar jember - Bursa transfer musim panas Serie A 2025/26 memunculkan fenomena menarik: banyak klub Italia mendatangkan pemain-pemain berusia senja namun sarat pengalaman.
Nama-nama besar seperti Luka Modrić (39), Edin Džeko (39), dan Kevin De Bruyne (33) kini memperkuat klub-klub Serie A, memicu perdebatan: apakah liga ini berubah menjadi “retirement league” atau justru menjadi panggung bagi para legenda?
Baca Juga: Begini Kata Menohok dari Marc Guiu: Siap Bungkam Barcelona di Liga Champions Nanti
Bursa Transfer: Parade Veteran Bintang Dunia
Luka Modric (39) – Bergabung dengan AC Milan, membawa pengalaman panjang di Real Madrid dan Kroasia.
Baca Juga: WAH! Gasperini Hanya Pakai 16 Pemain dalam 2 Laga AS Roma, Tapi Bisa Raih 2x Kemenangan Loh
Edin Džeko (39) – Kembali ke Italia bersama Fiorentina, siap menambah daya gedor La Viola.
Kevin De Bruyne (33) – Rekrutan besar Napoli, menjadi tumpuan kreativitas lini tengah.
Ciro Immobile (35) – Kapten Lazio ini hijrah ke Bologna untuk peran baru.
Baca Juga: Begini Kata Fabrizio Romano Soal Rumor Kobbie Mainoo yang Pergi dari MU? Sebut Ada Pertemuan Khusus
Nemanja Matić (37) – Mantan gelandang Manchester United ini merapat ke Sassuolo.
Juan Cuadrado (37) – Mantan bintang Juventus ini memilih Pisa.
Jamie Vardy (38) – Ikon Leicester City tersebut mengejutkan dengan kepindahan ke Cremonese.
Baca Juga: AC Milan Jadi Tim Paling Sibuk di Seri A, Pembelian Pemain Itu Semua Apa Worth It?
Antara Kritik dan Strategi
Fenomena ini mengingatkan pada masa keemasan Serie A era 1990-an, ketika pemain-pemain bintang dunia meramaikan liga meski usia tak lagi muda.
Namun, kritik bermunculan bahwa klub Italia terlalu bergantung pada nama besar ketimbang regenerasi.
Pakar sepak bola Italia menilai tren ini mencerminkan dua hal: keterbatasan finansial klub untuk bersaing di pasar pemain muda, sekaligus kepercayaan terhadap pengalaman pemain senior untuk memimpin tim di level domestik maupun Eropa.
Konteks Finansial dan Budaya
Dengan kekuatan finansial Premier League dan liga-liga Timur Tengah yang kian agresif, Serie A mengandalkan citra historis dan atmosfer kompetisi untuk menarik veteran top dunia. Kehadiran pemain-pemain berpengalaman ini juga dianggap dapat membantu pembinaan pemain muda Italia.
Editor : M. Ainul Budi