radar jember - Luka Modric telah mengambil alih lini tengah Milan. Modric bermain lebih ke dalam sebagai playmaker, sering mundur untuk mengambil bola dari bek tengah.
Kemudian Modric yang akan memutuskan, mendistribusikan bola lewat bola panjang ke lini depan atau umpan pendek dari belakang.
Menurut media Gazetta, Dia mengambil peran Deep Lying Playmaker yang tenar itu. Layaknya Andrea Pirlo atau Xabi Alonso.
Seperti kita tahu, Deep Lying Playmaker adalah tipe gelandang yang bermain agak ke belakang (biasanya di depan lini belakang), dengan tugas utama mengatur tempo permainan dan mendistribusikan bola dari kedalaman.
Sosok di posisi Deep Lying Playmaker lebih banyak “mengendalikan pertandingan” dibandingkan sekadar mengejar statistik gol/assist.
Di formasi 3-5-2 milik Allegri, Modric berada di sentral lini tengah, sementara 2 gelandang yang mengapitnya (RLC dan Fofana) didorong lebih kedepan untuk menciptakan posisi 5 pemain di posisi depan.
Menarik sebenarnya, namun seperti yang terjadi pada 2 laga terakhir, efektivitas dari 2 gelandang ini patut ditingkatkan lagi.
AC Milan dan Lini Tengah Supernya: Perpaduan Pengalaman, Kualitas, serta Fleksibilitas.
AC Milan menarik banyak perhatian seiring pergerakan mereka di bursa transfer musim panas ini.
Walau ada yang menilai aktivitas belanja Milan terbilang biasa, sektor gelandang justru dipuji sebagai penyelamat.
Tanpa penguatan di lini tengah, Rossoneri diyakini akan kesulitan bersaing di level tertinggi.
Kini, menurut laporan La Gazzetta dello Sport, mereka punya modal besar dengan kehadiran nama-nama berkelas dunia.
Editor : M. Ainul Budi