radar jember - Kekalahan Inter Milan dari Udinese akhir pekan lalu memunculkan refleksi dari pelatih Cristian Chivu.
Dalam konferensi pers pascalaga, Chivu menegaskan dirinya tidak akan melakukan revolusi total terhadap tim, namun ingin memperbaiki beberapa aspek penting agar Nerazzurri lebih solid.
“Saya tidak ingin kehilangan hal-hal yang telah kami lakukan dengan baik. Saya hanya ingin menghilangkan beberapa kekurangan dan membuat tim lebih pragmatis,” ujar Chivu.
Pernyataan tersebut dinilai La Gazzetta dello Sport sebagai sinyal bahwa Inter masih berproses dalam beradaptasi dengan arahan pelatih baru.
Setelah empat tahun di bawah Simone Inzaghi, Chivu menghadapi tantangan besar untuk membentuk karakter permainan tim dalam waktu singkat.
Baca Juga: Transfer Mehdi Taremi ke Liga Yunani, Inter Milan Masih Dapat Cuan Keuntungan, Segini Nominalnya
Menurut laporan tersebut, Inter kini perlu meningkatkan vertikalitas permainan, pressing yang lebih efektif, serta mentalitas yang konsisten sejak menit awal.
Hal itu terlihat dari kontrasnya performa saat menang atas Torino dengan laga melawan Udinese yang lebih fisikal.
Baca Juga: MENOHOK! Wawancara Lengkap Akanji Bersama Inter Milan, Terus Sindir Level AC Milan
Selain itu, kebiasaan lama yang sempat hilang di era sebelumnya mulai terlihat lagi, seperti gestur frustasi pemain dan kegugupan berlebih di momen krusial.
Penumpukan pemain di lini depan di akhir laga justru menambah kekacauan, bukannya menciptakan peluang berbahaya.
Baca Juga: Masalah Klasik Formasi Inter Milan Itu Ada di Lini Ini, Komentator Seri A Beberkan Analisanya
Chivu diharapkan dapat segera menemukan formula yang tepat untuk menyeimbangkan warisan positif dari Inzaghi dengan identitas barunya, seiring ambisi Inter mempertahankan dominasi di Serie A dan bersaing di Eropa
Editor : M. Ainul Budi