radar jember - Pelatih AS Roma Gian Piero Gasperini disebut-sebut masih tak puas akan keputusan manajemen dibawah Ricky Massara direktur olahraga Roma.
Saking ramainya, hujan pun tak kunjung turun. Hari terakhir bursa transfer Roma berakhir tanpa satu pun wajah baru, sekaligus memupus harapan Gasperini untuk mendapatkan sayap kiri berkaki kanan yang sudah ia dambakan sejak Juni lalu—tulis Leggo.
Baca Juga: Ulasan Lengkap Bursa Transfer Pemain AC Milan, Alasan Pemain Keluar dan Pembelian Pemain Baru
Hari yang sibuk, namun nihil hasil, hanya meninggalkan catatan penjualan Coletta muda ke Benfica seharga €1 juta.
Skenarionya pahit: George kandas karena banderol Chelsea yang kelewat tinggi, Sancho memilih Aston Villa, Pessina bertahan di Monza, dan negosiasi pertukaran Dovbyk–Gimenez dari AC Milan runtuh di detik terakhir akibat kegagalan klausul pembelian.
Baca Juga: Berani Tolak! Klub Medioker Seri A Ini Tolak Tawaran AS Roma Untuk Pemainnya, Kenapa?
Sebuah kegagalan total yang menyeret Massara ke hadapan kritik publik dan membuat Gasperini naik pitam.
Kekecewaan itu semakin menajam ketika sang pelatih bersikeras mempertahankan Baldanzi—padahal sudah hampir pasti menuju Verona—yang secara berantai menggembok kedatangan Pessina.
Bursa pun berakhir sebagai permainan silang kunci yang mandek, meninggalkan rasa getir setelah awal musim panas sempat menjanjikan.
Baca Juga: Inter Milan Tegas Tolak Proposal Masuk Olympique Marseille Untuk Pavard, Begini Alasannya
Hasil akhirnya hanya Ziolkowski muda dan Tsimikas pinjaman—terlalu minim untuk memenuhi ekspektasi seorang Gasperini yang menuntut setidaknya dua bala bantuan tambahan demi menghadapi musim yang padat.
Baca Juga: Usai Kemenangan Penting AS Roma, Begini Ungkapan Hati Mario Hermoso Kepada Rekan Setimnya
Suara fans pun membahana di radio dan media sosial: Roma sebenarnya sudah menyediakan dana sekitar €20 juta, di luar batasan UEFA, agar sang allenatore bisa memegang setidaknya satu senjata baru.
Tapi kenyataan berbalik: kabar buruk untuk Gimenez dan Dovbyk, yang ironisnya baru dilepas sepekan lalu, menutup jendela dengan kepahitan.
Bersama Pellegrini dan Baldanzi yang masih tergolong surplus, mereka membentuk daftar panjang pemain yang menggantung.
Sebuah bursa yang dimulai dengan senyum, berakhir dengan luka.
Kesalahan manajemen ini tak hanya menyulut rumor retaknya hubungan Massara–Gasperini, tapi juga bisa berujung pada keputusan sensasional dari direktur olahraga dalam beberapa hari mendatang.
Editor : M. Ainul Budi