radar jember - El Aynaoui mengantikan Paredes menandai langkah pertama AS Roma di bursa musim panas ini.
Gelandang asal Maroko itu resmi tiba sepuluh hari lalu, usai gagal membawa Rios.
Sejak kedatangannya, El Aynaoui telah tampil dalam tiga laga uji coba perdana—termasuk mencetak satu gol ke gawang Trastevere—meski sejauh ini belum memulai pertandingan sebagai starter.
Di bawah arahan Gian Piero Gasperini, sang gelandang kini sedang dipadukan dalam latihan dengan Manu Koné, guna menguji potensi terbentuknya duet baru di jantung lini tengah Giallorossi.
El Aynaoui diharapkan mampu menyumbang produktivitas gol dari lini kedua, aspek yang selama beberapa musim terakhir menjadi titik lemah Roma.
Musim lalu, ia mencetak delapan gol—sebuah pencapaian signifikan jika dibandingkan dengan kontribusi gol dari sektor gelandang Roma sebelumnya.
Keduanya berpeluang mengisi starting XI dalam laga malam ini menghadapi Cannes, meski Bryan Cristante pun menunjukkan ambisi besar untuk tampil menonjol.
Namun demikian, Gasperini tetap mendorong manajemen untuk menghadirkan satu gelandang tambahan, mengingat Lorenzo Pellegrini belum akan tersedia hingga awal September, sementara Pisilli sejauh ini hanya diandalkan dalam peran lebih ofensif.
Nama Nelson Deossa sempat menjadi target utama, namun gelandang Monterrey itu kini hampir pasti bergabung dengan Real Betis, dengan kontrak hingga 2030.
Sementara itu, João Palhinha dari Bayern München telah ditawarkan, tetapi Ricky Massara bersikukuh pada kebijakan merekrut pemain di bawah usia 25 tahun.
Baca Juga: UPDATE Bursa Transfer AS Roma Terbaru Akhir Bulan Juli Ini, Kembali dikaitkan dengan Garnacho?
Dalam konteks ini, Juan Ignacio Nardoni dari Racing tetap berada dalam radar sebagai alternatif yang menjanjikan.
Saat ini, prioritas klub adalah merampungkan transfer Daniele Ghilardi dan menambah amunisi di lini serang. Setelah dua area itu terpenuhi, fokus akan beralih kembali ke sektor gelandang.
Opsi seperti Franck Kessié memang pernah dipertimbangkan, namun struktur gajinya dinilai terlalu membebani dan tak sejalan dengan kebijakan keuangan klub.
Editor : M. Ainul Budi