radar jember - Transfer Ardon Jashari ke AC Milan terus diupayakan manajemen.
Igli Tare direktur olahraga Milan terus berupaya bernegosiasi dengan klub Ardon, Club Brugge.
Dalam statistik Ardon, informasi yang dikutip radar jember dari Milan It News, Ardon merupakan salah satu gelandang yang mobile di lini tengah.
Usianya yang masih muda, membuat Milan harusnya bisa merekrut Ardon sebagai penyeimbang lini tengah Milan yang bisa dipastikan juga diisi Luka Modric.
Beberapa alasan Ardon harus direkrut Milan radar jember coba merangkumnya.
Kenapa Milan begitu ngotot dengan Ardon Jashari?
Jawaban singkatnya, karena Milan menginginkan orang seperti Tijjani Reijnders.
Milan berharap kepingan yang hilang itu kembali.
Jashari dan Reijnders memiliki beberapa karakteristik yang mirip, terutama dalam peran mereka sebagai gelandang.
1. Gelandang Pengontrol Tempo:
Keduanya mampu mengatur tempo permainan tim dan menjadi pengatur serangan dari lini tengah.
2. Kuat dalam Duel:
Baik Jashari maupun Reijnders dikenal memiliki kemampuan fisik yang baik dan kuat dalam duel satu lawan satu di lapangan.
3. Cerdas Merebut Bola:
Keduanya memiliki kemampuan membaca permainan dan merebut bola dari lawan dengan baik.
4. Fleksibel:
Keduanya bisa bermain sebagai gelandang bertahan (nomor 6) maupun gelandang box-to-box, menunjukkan fleksibilitas dalam peran mereka di lapangan.
5. Pemimpin:
Jashari, khususnya, dinilai memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat, baik dalam sikap maupun cara berpikir di lapangan. Jashari yang dianggap lebih matang secara mental dibandingkan dengan Reijnders saat pertama kali bergabung dengan AC Milan, menurut jurnalis Belgia, Sacha Tavolieri bisa menjadi keuntungan dalam beradaptasi dengan tekanan bermain di klub yang lebih besar.